Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

AL-FIKR DALAM AL-QUR’AN, ONTOLOGI DALAM AL-QUR’AN, DAN BENTUK WUJUD EPISTEMOLOGI DALAM AL-QUR’AN Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Arlim M Akkas; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tiga dimensi fundamental dalam struktur filsafat ilmu Al-Qur’an, yaitu,fikr, ontologi, dan epistemologi. Pertama,. konsep al-fikr menunjukkan bagaimana Al-Qur’an mendorong aktivitas berpikir yang reflektif dan rasional sebagai sarana memahami ayat-ayat Tuhan, baik yang bersifat tekstual (qauliyah) maupun kosmik (kauniyah). Aktivitas berpikir dalam Al-Qur’an bukan hanya fungsi akal, tetapi juga bertautan dengan iman dan akhlak. Kedua ontologi dalam AlQur’an memperlihatkan konsep wujud yang berpusat pada ketuhanan(teosentris), di mana Allah adalah satu-satunya wujud mutlak, sedangkan selain-Nya adalah makhluk yang bergantung kepada-Nya. Konsep ini mengarahkan manusia untuk memahami hakikat eksistensinya sebagai ciptaan dan khalifah di bumi, Ketiga, wujud epistemologi dalam Al-Qur’an mempertegas bahwa ilmu memiliki dasar yang bersumber dari wahyu, pengalaman inderawi, dan akal. Al-Qur’an menampilkan struktur pengetahuan yang integral, mencakup sumber, proses, dan tujuan pengetahuan dalam kerangka tauhid. Melalui pendekatan tematik dan analisis ayat-ayat kunci, artikel ini menegaskan bahwa Al-Qur’an membangun fondasi epistemologis yang kokoh, yang tidak hanya menjawab persoalan teoretis, tetapi juga  membimbing kehidupan manusia secara praktis dan spiritual.
Definisi, Ruang Lingkup, dan Sejarah Hermeneutika, Pemikiran Aisyah Binti Syathi, Pemikiran F.D.E Schleiermacher Haerul Iman; Nurul Sakinah Darsal; Arlim M Akkas; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hermeneutika merupakan cabang filsafat yang mempelajari seni dan teori penafsiran, terutama terhadap teks-teks suci dan karya sastra. Dalam konteks Barat, hermeneutika berkembang dari kebutuhan untuk memahami teks-teks klasik dan kitab suci, terutama dalam tradisi Kristen, sebagaimana dikembangkan oleh tokoh seperti Friedrich D.E. Schleiermacher yang mengedepankan pemahaman psikologis dan gramatikal terhadap teks. Di sisi lain, dunia Islam juga memiliki tradisi penafsiran yang kaya, namun perkembangan hermeneutika Islam mulai mengambil bentuk lebih sistematis melalui para pemikir kontemporer, salah satunya Aisyah binti Syathi’. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi sosial dan historis pengarang serta pembaca dalam proses penafsiran. Jurnal ini mengkaji secara komparatif pengertian, ruang lingkup, dan sejarah hermeneutika dalam dua tradisi besar: Barat dan Islam. Kemudian, dipaparkan secara khusus pemikiran Aisyah binti Syathi’ sebagai tokoh feminis Muslim dalam ranah tafsir, dan pemikiran Schleiermacher sebagai pendiri hermeneutika modern dalam konteks keagamaan. Kajian ini bertujuan untuk memperkaya pendekatan dalam penafsiran Al-Qur’an melalui analisis lintas tradisi dan lintas zaman.
DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA AGAMA LOKAL DAN AGAMA RESMI: PERSPEKTIF HUKUM DAN SOSIAL Akmir, Akmir; Nurul Sakinah Darsal; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan antara agama lokal dan agama resmi, dengan fokus pada perspektif hukum dan sosial. Agama lokal sering kali berada dalam posisi marginal dibandingkan dengan agama-agama besar yang diakui secara resmi, namun memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini menganalisis tantangan yang dihadapi agama lokal dalam interaksi dengan agama-agama yang diakui negara, serta bagaimana dinamika tersebut mempengaruhi hubungan antar kelompok masyarakat. Penelitian ini juga mengungkapkan peran hukum dalam melindungi hak kebebasan beragama dan keberagaman, serta bagaimana masyarakat beradaptasi dalam kerangka sosial yang lebih luas
KONTRIBUSI KITAB HADIS DALAM PEMBENTUKAN ETIKA SOSIAL ISLAM: STUDI TERHADAP KITAB RIYADHUS SHALIHIN Akmir, Akmir; Nurul Sakinah Darsal; Arlin M. Akas; Gita Syahriana; Muh. Aldiansyah S
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dalam pembentukan etika sosial Islam. Kitab ini mengandung hadis-hadis yang memberikan pedoman hidup tentang hubungan antarindividu dalam masyarakat, dengan menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan tolong-menolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis konten terhadap hadis-hadis yang terdapat dalam Riyadhus Shalihin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab ini memainkan peran penting dalam pembentukan etika sosial Islam melalui beberapa aspek utama. Pertama, nilai kedermawanan dan kesabaran yang terkandung dalam hadis-hadis tersebut dapat memperkuat solidaritas sosial. Kedua, ajaran mengenai hubungan keluarga mengajarkan pentingnya saling menghormati dan keharmonisan dalam rumah tangga. Ketiga, hadis-hadis tersebut mendorong masyarakat untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan sosial. Keempat, nilai-nilai yang diajarkan dalam kitab ini tetap relevan untuk diterapkan dalam menghadapi masalah sosial kontemporer, seperti ketidakadilan dan kesenjangan sosial. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan ajaran dari Riyadhus Shalihin dapat meningkatkan solidaritas sosial dan kepercayaan antarindividu dalam masyarakat. Secara keseluruhan, kitab ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembentukan etika sosial umat Islam yang lebih adil dan harmonis.
Memahami Al-Qur’an Dengan Metode Tafsir Maudhu’i Gita syahriana; Askari Zakaria; Novita Novita
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam memiliki karakter penyampaian ayat yang bersifat global dan parsial, sehingga memerlukan metode penafsiran yang mampu memberikan pemahaman secara utuh dan kontekstual. Salah satu metode yang berkembang pesat di Indonesia adalah Tafsir Maudhu’i (tematik). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, sejarah perkembangan, latar belakang penggunaan, serta pengaruh metode tafsir maudhu’i terhadap kajian Al-Qur’an di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan buku tafsir, jurnal ilmiah, dan karya-karya tokoh tafsir Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengkaji dan mensintesiskan berbagai pandangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tafsir maudhu’i berkembang signifikan di Indonesia sejak tahun 1980-an sebagai respons atas keterbatasan tafsir tahlili yang bersifat parsial. Metode ini dinilai efektif dalam menjawab persoalan kontemporer karena mampu menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang sistematis dan holistik. Tokoh-tokoh seperti M. Quraish Shihab, Buya Hamka, dan T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy berperan penting dalam mengembangkan metode ini
Abdur-Rauf As-Singkili Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Gita Syahriana; Junas Junas
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Jawi al-Fansuri as-Singkili (w. 1693 M) merupakan salah satu ulama terpenting dalam sejarah Islam Nusantara abad ke-17. Ia dikenal sebagai tokoh sentral dalam pengembangan tafsir, fikih, tasawuf, dan hadis di wilayah Melayu-Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji biografi intelektual Abdurrauf as-Singkili, jaringan guru-gurunya, arah pemikiran kajian hadis yang dikembangkannya, serta karya-karya penting yang diwariskannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis deskriptif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa Abdurrauf as-Singkili mengembangkan pemikiran hadis yang integratif, moderat, dan kontekstual, dengan menggabungkan disiplin hadis, fikih mazhab Syafi‘i, dan tasawuf Sunni melalui Tarekat Syattariyah. Pendekatan ini berperan besar dalam membentuk corak Islam Nusantara yang seimbang antara syariat dan hakikat.
Tafsir Ayat tentang Kewajiban Menjalankan Prinsip Amanah dan Keadilan (Q.S. An-Nisa: 58) Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Gita Syahriana; Junas Junas
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surah An-Nisa ayat 58 merupakan salah satu ayat fundamental dalam Al-Qur’an yang memuat prinsip etika dan hukum Islam, khususnya terkait amanah dan keadilan. Ayat ini tidak hanya mengatur hubungan individual, tetapi juga menjadi dasar moral bagi penyelenggaraan kekuasaan dan penegakan hukum dalam masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Q.S. An-Nisa:58 dengan menelaah aspek kebahasaan, asbābun nuzūl, munāsabah ayat, serta perbandingan penafsiran antara Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Qurthubi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa amanah dan keadilan merupakan dua prinsip yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tafsir Al-Mishbah menekankan dimensi sosial-kontekstual dan relevansi modern ayat, sedangkan Tafsir Al-Qurthubi menegaskan aspek hukum dan kewajiban normatifnya. Dengan demikian, Q.S. An-Nisa:58 dapat dipahami sebagai fondasi etik dan yuridis dalam membangun masyarakat Islam yang adil, berintegritas, dan bertanggung jawab.
SEKSUALITAS DALAM PRESPIKTIF AL-QUR’AN Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas sering dipandang sebagai tema sensitif dalam masyarakat Muslim, sehingga pembahasannya kerap dibatasi atau dihindari. Padahal, Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam memberikan perhatian yang jelas, bermartabat, dan komprehensif terhadap seksualitas manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep seksualitas dalam perspektif Al-Qur’an serta membandingkannya dengan pandangan sains modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik (maudhu‘i), melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah di bidang biologi, psikologi, kesehatan publik, dan neurosains. Hasil kajian menunjukkan bahwa seksualitas dalam Al-Qur’an dipahami sebagai fitrah ilahiah yang memiliki fungsi spiritual, psikologis, dan biologis, serta harus dikelola dalam bingkai etika dan tanggung jawab. Temuan sains modern justru menguatkan prinsip-prinsip tersebut dengan membuktikan bahwa seksualitas berkontribusi terhadap kesehatan fisik, mental, dan stabilitas relasi. Dengan demikian, terdapat titik temu yang harmonis antara wahyu dan sains dalam memandang seksualitas manusia.