Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

AL-FIKR DALAM AL-QUR’AN, ONTOLOGI DALAM AL-QUR’AN, DAN BENTUK WUJUD EPISTEMOLOGI DALAM AL-QUR’AN Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Arlim M Akkas; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tiga dimensi fundamental dalam struktur filsafat ilmu Al-Qur’an, yaitu,fikr, ontologi, dan epistemologi. Pertama,. konsep al-fikr menunjukkan bagaimana Al-Qur’an mendorong aktivitas berpikir yang reflektif dan rasional sebagai sarana memahami ayat-ayat Tuhan, baik yang bersifat tekstual (qauliyah) maupun kosmik (kauniyah). Aktivitas berpikir dalam Al-Qur’an bukan hanya fungsi akal, tetapi juga bertautan dengan iman dan akhlak. Kedua ontologi dalam AlQur’an memperlihatkan konsep wujud yang berpusat pada ketuhanan(teosentris), di mana Allah adalah satu-satunya wujud mutlak, sedangkan selain-Nya adalah makhluk yang bergantung kepada-Nya. Konsep ini mengarahkan manusia untuk memahami hakikat eksistensinya sebagai ciptaan dan khalifah di bumi, Ketiga, wujud epistemologi dalam Al-Qur’an mempertegas bahwa ilmu memiliki dasar yang bersumber dari wahyu, pengalaman inderawi, dan akal. Al-Qur’an menampilkan struktur pengetahuan yang integral, mencakup sumber, proses, dan tujuan pengetahuan dalam kerangka tauhid. Melalui pendekatan tematik dan analisis ayat-ayat kunci, artikel ini menegaskan bahwa Al-Qur’an membangun fondasi epistemologis yang kokoh, yang tidak hanya menjawab persoalan teoretis, tetapi juga  membimbing kehidupan manusia secara praktis dan spiritual.
MAKNA DAN RUANG LINGKUP TAFSIR LINGUSTIK Nurul Sakinah Darsal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Lingustik adalah pendekatan yang berusaha menafsirkan al-Qur'an melalui analisis kebahasaan yang mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, leksikografi, dan stilistika. Dari sisi teks wahyu dalam bahasa Arab, al-Qur'an harus diselesaikan dengan pendekatan linguistik serius agar menggenggam pesan ilahiah yang tersirat dan tersurat. artikel ini berusaha untuk mengeksplorasi definisi tafsir linguistik dan membahas ruang lingkupnya dalam studi tafsir klasik dan kontemporer. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis terhadap karya-karya mufassir dan konsep para sarjana linguistik Islam. Temuan kajian menunjukkan bahwa pendekatan linguistik tidak hanya diperlukan untuk dipahami dalam membangun struktur bahasa al-Qur'an, melainkan juga merealisasi dialog antara tradisi tafsir klasik dan wacana semantik modern.
MEMAHAMI MAKNA DAN RUANG LINGKUP TAFSIR ORIENTALIS Nurul Sakinah Darsal
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Al-Qur'an tidak hanya berkembang dalam tradisi Islam, tetapi juga menarik minat para sarjana Barat dengan sebutan orientalis. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas makna dan ruang lingkup tafsir orientalis terhadap Al-Qur'an. Dengan pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menunjukkan bahwa orientalis memandang Al-Qur'an sebagai produk sejarah yang erat kaitannya dengan konteks sosial Arab pra-Islam. Ruang lingkup tafsir mereka meliputi kritik tekstual, pendekatan historis, komparatif, dan filologis. Bahkan meskipun menyebabkan pro dan kontra, tafsir orientalis bermain peran besar terhadap pemahaman ilmiah terhadap Al-Qur'an text, sekaligus berisiko membongkar metodologi tafsir tradisional.
Definisi, Ruang Lingkup, dan Sejarah Hermeneutika, Pemikiran Aisyah Binti Syathi, Pemikiran F.D.E Schleiermacher Haerul Iman; Nurul Sakinah Darsal; Arlim M Akkas; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hermeneutika merupakan cabang filsafat yang mempelajari seni dan teori penafsiran, terutama terhadap teks-teks suci dan karya sastra. Dalam konteks Barat, hermeneutika berkembang dari kebutuhan untuk memahami teks-teks klasik dan kitab suci, terutama dalam tradisi Kristen, sebagaimana dikembangkan oleh tokoh seperti Friedrich D.E. Schleiermacher yang mengedepankan pemahaman psikologis dan gramatikal terhadap teks. Di sisi lain, dunia Islam juga memiliki tradisi penafsiran yang kaya, namun perkembangan hermeneutika Islam mulai mengambil bentuk lebih sistematis melalui para pemikir kontemporer, salah satunya Aisyah binti Syathi’. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi sosial dan historis pengarang serta pembaca dalam proses penafsiran. Jurnal ini mengkaji secara komparatif pengertian, ruang lingkup, dan sejarah hermeneutika dalam dua tradisi besar: Barat dan Islam. Kemudian, dipaparkan secara khusus pemikiran Aisyah binti Syathi’ sebagai tokoh feminis Muslim dalam ranah tafsir, dan pemikiran Schleiermacher sebagai pendiri hermeneutika modern dalam konteks keagamaan. Kajian ini bertujuan untuk memperkaya pendekatan dalam penafsiran Al-Qur’an melalui analisis lintas tradisi dan lintas zaman.
DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA AGAMA LOKAL DAN AGAMA RESMI: PERSPEKTIF HUKUM DAN SOSIAL Akmir, Akmir; Nurul Sakinah Darsal; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan antara agama lokal dan agama resmi, dengan fokus pada perspektif hukum dan sosial. Agama lokal sering kali berada dalam posisi marginal dibandingkan dengan agama-agama besar yang diakui secara resmi, namun memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini menganalisis tantangan yang dihadapi agama lokal dalam interaksi dengan agama-agama yang diakui negara, serta bagaimana dinamika tersebut mempengaruhi hubungan antar kelompok masyarakat. Penelitian ini juga mengungkapkan peran hukum dalam melindungi hak kebebasan beragama dan keberagaman, serta bagaimana masyarakat beradaptasi dalam kerangka sosial yang lebih luas
KONTRIBUSI KITAB HADIS DALAM PEMBENTUKAN ETIKA SOSIAL ISLAM: STUDI TERHADAP KITAB RIYADHUS SHALIHIN Akmir, Akmir; Nurul Sakinah Darsal; Arlin M. Akas; Gita Syahriana; Muh. Aldiansyah S
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dalam pembentukan etika sosial Islam. Kitab ini mengandung hadis-hadis yang memberikan pedoman hidup tentang hubungan antarindividu dalam masyarakat, dengan menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan tolong-menolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis konten terhadap hadis-hadis yang terdapat dalam Riyadhus Shalihin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab ini memainkan peran penting dalam pembentukan etika sosial Islam melalui beberapa aspek utama. Pertama, nilai kedermawanan dan kesabaran yang terkandung dalam hadis-hadis tersebut dapat memperkuat solidaritas sosial. Kedua, ajaran mengenai hubungan keluarga mengajarkan pentingnya saling menghormati dan keharmonisan dalam rumah tangga. Ketiga, hadis-hadis tersebut mendorong masyarakat untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan sosial. Keempat, nilai-nilai yang diajarkan dalam kitab ini tetap relevan untuk diterapkan dalam menghadapi masalah sosial kontemporer, seperti ketidakadilan dan kesenjangan sosial. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan ajaran dari Riyadhus Shalihin dapat meningkatkan solidaritas sosial dan kepercayaan antarindividu dalam masyarakat. Secara keseluruhan, kitab ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembentukan etika sosial umat Islam yang lebih adil dan harmonis.
KONSEP PEWAHYUAN AL-QUR’AN MENURUT W. MONTGOMERY WATTT Nurul Sakinah Darsal
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas konsep pewahyuan al-qur’an menurut Montgomery watt, seorang orientalis moderat yang memiliki pandangan unik tentang proses pewahyuan al-qur’an terbagi menjadi dua rumusan, yaitu wahyu sebagai perintah dan isyarat bayang bayang. Beliau juga menekankan peran nabi Muhammad dalam proses pewahyuan dan mengakui bahwa al-qur’an merupakan firman allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pandangan W. Montgomery Watt mengenai konsep pewahyuan dalam Al-Qur'an. Sebagai seorang orientalis dan sarjana terkenal, Watt memberikan kontribusi penting dalam memahami Islam dan konsep-konsep dasarnya, termasuk wahyu. Dalam karya-karyanya, Watt berupaya untuk mendekati Al-Qur'an dan sejarah kehidupan Nabi Muhammad dari sudut pandang rasional dan historis. Artikel ini akan membahas bagaimana Watt memahami pewahyuan Al-Qur'an, baik dari sisi historisitas maupun spiritualitas, serta implikasinya terhadap pemahaman umat Islam dan non-Muslim terhadap wahyu. Kata kunci: pewahyuan al-qur’an, Mentgomery watt, konsep pewahyuan, nabi Muhammad