Penggunaan obat yang tepat dan aman merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di kalangan remaja yang rentan melakukan pengobatan mandiri tanpa informasi yang memadai. Berdasarkan temuan awal di SMA Al-Irsyad Kota Tegal, banyak siswa belum memahami prinsip penggunaan obat yang benar, seperti waktu konsumsi, dosis, serta pentingnya menyelesaikan terapi antibiotik sesuai anjuran. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang prinsip DAGUSIBU, khususnya aspek “Gunakan Obat dengan Benar”. Kegiatan ini melibatkan 32 siswa dan dilaksanakan melalui pendekatan penyuluhan interaktif, diskusi, praktik membaca label obat, serta evaluasi pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan dengan menyusun soal pilihan ganda yang mengukur aspek pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan edukasi, serta menggunakan leaflet sebagai media edukatif. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 78,96 menjadi 91,87, dengan selisih sebesar 12,91 poin (16,35%). Peningkatan ini dipengaruhi oleh metode penyampaian yang partisipatif, praktik langsung, serta keterlibatan dosen yang berprofesi sebagai apoteker. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi berbasis sekolah efektif dalam memperkuat literasi obat di kalangan remaja. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan jangka pendek, tetapi juga membentuk perilaku bijak dalam penggunaan obat dan menjadi model edukatif yang dapat diterapkan di sekolah lain.
Copyrights © 2025