Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efek Ramuan Tradisional Kaliputih terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa, SOD, HbA1c, dan Histopatologi Pankreas pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin) Kusumo, Djati Wulan; Efendi, Yuli Nurullaili; Kintoko, Kintoko; Yuliana, Tri Puspita; Waznah, Urmatul; Muldiyana, Tya; Pulhehe, Hasni
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 1 (2023): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i1.1229

Abstract

Prevention of DM by controlling sugar and lipid levels is the main therapy. The traditional medicine diabetes herb from Kaliputih Batur, Banjarnegara, Central Java consists of 11 kinds of medicinal plants that are empirically proven to be efficacious for diabetes mellitus. The potion is prepared by the infundation method. Three control groups (normal, positive, and negative) and three test groups with different doses (18, 36, and 54 mL/kg BW) that had previously been induced by streptozotocin were created using Sprague Dawley (SD) albino rats. Using HE staining, observations were obtained on fasting blood glucose (FBG), superoxide dismutase (SOD), HbA1c, and pancreatic organs. At doses of 36 and 54 mL/kg bw, results analysis of biochemical parameters of FBG levels revealed a substantial decline (P<0.05). At all dosages of the herb, there was a significant change in SOD activity (P<0.05), and at a dose of 18 mL/kg BW compared to negative control, there was a significant difference in HbA1c levels (P<0.05). HE staining results revealed no distinctpathological alterations in pancreatic organ at the test dose compared to negative control with necrosis in the Langerhans insula. Herbal medicine for diabetes traditional medicine from Kaliputih Batur, Banjarnegara, Central Java has decreased blood glucose.
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT FISIK TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN BUAH LEMON (Citrus limon L.) Zafira, Areta Thea; Muldiyana, Tya; Santoso, Joko
As-Syifaa Jurnal Farmasi Vol 15, No 2 (2023): AS-SYIFAA JURNAL FARMASI
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56711/jifa.v15i2.1067

Abstract

Effervescent tablet is a dosage form that can produce bubbles originating from an acid and base reaction that forms a gas. The reaction between acids and bases in effervescent tablets is very sensitive to temperature if stored continuously. So that testing for drug stability is very important in evaluating drugs, one of which is by knowing the effect of temperature on drug stability, especially in the form of effervescent tablets. This study aims to determine the effect of storage temperature on the physical properties of effervescent tablets made from red dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) combined with lemon fruit powder (Citrus limon L.). The research method was carried out by storing effervescent tablets at cold temperature (±120C), room temperature (±250C), and warm temperature (±400C). And observed for 1 month with testing every 1 week. The results of this study are storage temperature can affect the physical properties of effervescent tablets made from red dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) with a combination of lemon fruit powder (Citrus limon L.). The best temperature is cold temperature around 120C because at that temperature the acid and base reactions in effervescent tablets are not excessive which results in effervescent tablets still in a stable condition
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN FACE MIST NATURAL DI BREBES Mahardika, Muladi Putra; Muldiyana, Tya; Sari, Meliyana Perwita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32557

Abstract

Abstrak: Meningkatnya minat terhadap produk perawatan kulit alami di Indonesia, didorong oleh tingginya prevalensi jerawat (80-85%) di kalangan remaja, mendorong pengembangan face mist berbahan alami seperti minyak lemon, minyak bunga mawar, minyak jeruk, minyak pepermin, lavender oil, witch hazel, dan citrus aurantii oil. Produk ini berfungsi menyegarkan, melembapkan, dan menjaga kesehatan kulit, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem. Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan face mist natural kepada siswa SMK untuk meningkatkan keterampilan wirausaha berbasis produk lokal. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 31 siswa kelas XII melalui tiga tahap: persiapan (observasi dan koordinasi), pelaksanaan (penyampaian materi dan praktik), serta evaluasi (pre-test, post-test, dan kuesioner). Hasil: Pelatihan meningkatkan pemahaman tentang face mist sebesar 40% (dari 45% menjadi 85%), kemampuan pembuatan face mist natural sebesar 55%, dan kemampuan menjelaskan proses pembuatan sebesar 60%. Sebanyak 75% peserta berhasil membuat face mist secara mandiri, dengan tingkat kepuasan pelatihan mencapai 85%. Kendala seperti keterbatasan pemahaman awal dan manajemen waktu diatasi melalui pendekatan interaktif dan perencanaan matang.Abstract: The increasing interest in natural skincare products in Indonesia, driven by the high prevalence of acne (80–85%) among adolescents, has spurred the development of natural face mists formulated with ingredients such as lemon oil, rose oil, orange oil, peppermint oil, lavender oil, witch hazel, and Citrus aurantii oil. These products serve to refresh, hydrate, and maintain skin health, particularly under extreme weather conditions. This community service initiative aimed to provide training on the production of natural face mists to vocational high school students to enhance entrepreneurial skills based on local products. Methods: The community service activity involved 31 twelfth-grade students and was conducted in three stages: preparation (observation and coordination), implementation (delivery of theoretical material and practical training), and evaluation (pre-test, post-test, and questionnaire). Results: The training improved understanding of face mists by 40% (from 45% to 85%), the ability to produce natural face mists by 55%, and the ability to explain the production process by 60%. A total of 75% of participants successfully produced face mists independently, with a training satisfaction rate of 85%. Challenges such as limited initial understanding and time management were addressed through interactive approaches and thorough planning.
Upaya edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan penggunaan obat yang benar dan aman pada siswa SMA untuk mencegah risiko penggunaan obat yang salah Sari, Meliyana Perwita; Barlian, Akhmad Aniq; Muldiyana, Tya; Ulfa, Resi Maidina
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i3.23951

Abstract

Penggunaan obat yang tepat dan aman merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di kalangan remaja yang rentan melakukan pengobatan mandiri tanpa informasi yang memadai. Berdasarkan temuan awal di SMA Al-Irsyad Kota Tegal, banyak siswa belum memahami prinsip penggunaan obat yang benar, seperti waktu konsumsi, dosis, serta pentingnya menyelesaikan terapi antibiotik sesuai anjuran. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang prinsip DAGUSIBU, khususnya aspek “Gunakan Obat dengan Benar”. Kegiatan ini melibatkan 32 siswa dan dilaksanakan melalui pendekatan penyuluhan interaktif, diskusi, praktik membaca label obat, serta evaluasi pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan dengan menyusun soal pilihan ganda yang mengukur aspek pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan edukasi, serta menggunakan leaflet sebagai media edukatif. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 78,96 menjadi 91,87, dengan selisih sebesar 12,91 poin (16,35%). Peningkatan ini dipengaruhi oleh metode penyampaian yang partisipatif, praktik langsung, serta keterlibatan dosen yang berprofesi sebagai apoteker. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi berbasis sekolah efektif dalam memperkuat literasi obat di kalangan remaja. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan jangka pendek, tetapi juga membentuk perilaku bijak dalam penggunaan obat dan menjadi model edukatif yang dapat diterapkan di sekolah lain.
PENGARUH PEMBUATAN MIKROEMULSI TERHADAP SKRINING FITOKIMIA DAN PENENTUAN KADAR FENOL PADA MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus) Febriyanti, Rizki; Muldiyana, Tya; Rosiyati, Mei
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3446

Abstract

Minyak buah merah (Pandanus conoideus) memiliki manfaat yang luas. Sayangnya, bentuk konvensional minyak buah merah tidak mendukung efektivitasnya karena sulitnya kelarutan minyak dalam sistem pencernaan serta hambatan penetrasi lapisan kulit manusia, sehingga proses absorpsi menjadi lambat. Untuk mengatasi permasalahan ini, digunakan mikroemulsi yang dapat meningkatkan kelarutan minyak dalam sistem pencernaan dan memungkinkan minyak lebih mudah menembus lapisan kulit manusia. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kadar total fenol yang ada di dalam mikroemulsi minyak buah merah (Pandanus conoideus). Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan penelitian. Pertama pembuatan minyak buah merah dengan metode manual sama seperti masyarakat Papua membuat minyak buah merah pada umumnya. Selanjutnya pembuatan mikroemulsi dengan beberapa konsentrasi surfaktan. Tahap ketiga pengujian kandungan metabolit sekunder yang ada pada mikroemulsi minyak buah merah yang sudah dibuat, melalui metode dengan pereagen. Terakhir yaitu pengujian kandungan total fenol yang ada pada mikroemulsi minyak buah merah yang sudah dibuat, dengan pereaksi Folin-Ciocalteau menggunakan Spektrofotometri UV-vis. Hasil uji skrining fitokimia mikroemulsi minyak buah merah formula A, B, dan C menunjukkan hasil yang hampir sama dengan sampel D minyak buah merah (merk X) yang beredar di pasaran, bahwa ketiganya mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu Flavonoid, Triterpenoid dan Tanin. Kadar total fenol pada masing-masing sampel memiliki nilai yang berbeda, dimana sampel A, B, C dan D menghasilkan kadar fenol masing-masing yaitu 3,02% ; 6,18% ; 5,91% dan 17,48%.
UJI SIFAT FISIK MASKER GEL PEEL OFF DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) Muldiyana, Tya; Pratiwi, Rosaria Ika; Fatikasari, Asri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.21076

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan senyawa yang dapat menghambat radikal bebas. Kulit merupakan pelindung tubuh paling luar dan kontak langsung dengan polusi lingkungan yang penuh dengan radikal bebas. Kulit secara alami dapat mengalami penuaan dini dan hal ini dapat disebabkan oleh sumber radikal bebas yang berasal dari lingkungan seperti polusi udara, sinar matahari, gesekan mekanik, suhu panas atau dingin dan reaksi oksidasi yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi oksidatif. Seperti kerusakan sel atau kematian sel. Masker wajah peel off dapat digunakan untuk membersihkan dan melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik ekstrak kulit buah naga merah sebagai sediaan masker gel peel off. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian ekstrak kulit buah naga merah sebagai sediaan masker gel peel off dilakukan evaluasi mutu fisik organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan waktu sediaan mengering. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah terhadap uji sifat fisik sediaan masker gel peel off. Konsentrasi ekstrak yang paling baik terhadap uji sifat fisik terdapat pada formula III dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 4%.
PELATIHAN PEMBUATAN FOOTSANITIZER DARI BIJI KOPI dan JAHE PADA SISWA DI SMK AL AMIN DUKUHTURI Febriyanti, Rizki; Muldiyana, Tya; Sugiharto, Siswoyo
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i2.4337

Abstract

Health problems are one of the important things that all sectors must consider, starting from the family, teachers, staff, and students. The feet are one part of the body that often sweat. Moreover, if the feet are almost always covered with shoes throughout the day in hot weather, it will cause an unpleasant odor to stick to the feet. Foot odor is caused by a buildup of bacteria that breeds on damp feet. So the solution offered is training in making foot sanitizers using natural ingredients, namely ginger and coffee extracts. This community service activity aims to improve health knowledge and skills for Al Amin Vocational High School students. In addition, it is also expected to be beneficial for various parties, especially for participants, teachers, staff and the surrounding community. From the PKM activities that have been carried out, it can be concluded that increasing knowledge, understanding and training regarding foot sanitizer products with coffee bean extract and ginger with several concepts provided include: counselling about foot odor, the benefits of using foot sanitizers, processing the manufacture of foot sanitizer from coffee bean extract for students and students of SMK Al Amin Dukuhturi according to the level of knowledge that they easily understand. Where is the foot sanitizer preparation from a combination of coffee and ginger as a way out to maintain foot health and hygiene that is practical and easy to carry.