Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dengan Tindakan Swamedikasi Batuk Di Apotek Perintis Tegal Safitri, Maya Diki; Sari, Meliyana Perwita; Barlian, Akhmad Aniq
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.298

Abstract

Abstract Be under the supervision of pharmacists since it is a human habit that individuals often engage in to find answers to health-related issues. take appropriate action when self-medicating, people need relevant information. As an external disturbance, cough is the body's natural defense mechanism to maintain airway integrity. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and behavior of cough self-medication at Perintis Tegal Pharmacy. This study used a cross-sectional approach methodology and was descriptive and quantitative in nature. Quota sampling was used as the sample method. There were 110 respondents in the sample. The research was conducted in August and September 2023. Using SPSS version 22, a direct linear regression analysis model was used for data analysis. As an external disturbance, cough is the body's natural defense mechanism to maintain airway integrity. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and behavior of cough self-medication at Perintis Tegal Pharmacy. This study used a cross-sectional approach methodology and was descriptive and quantitative in nature. Quota sampling was used as the sample method. There were 110 respondents in the sample. The research was conducted in August and September 2023. By using SPSS version 22, a direct linear regression analysis model was used to analyze the results.Keywords: Cough, Self-medication, Knowledge, Action, Perintis Pharmacy.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI KEGIATAN PEMBERSIHAN DAN PENANAMAN POHON DI PANTAI KOMODO KOTA TEGAL Nugraha, Prasetya; Barlian, Akhmad Aniq
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of citizenship Education learning through cleaning and planting trees at Komodo Beach, Tegal City. The research method used a questionnaire distributed to 24 students who were then analysed,  so this activity is very effective in learning, but in its implementation there needs to be sustainability so that is has maximum benefit to society. Therefore, it is necessary to have a new curriculum for citizenship Education courses to achieve learning objectives optimally.
Upaya edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan penggunaan obat yang benar dan aman pada siswa SMA untuk mencegah risiko penggunaan obat yang salah Sari, Meliyana Perwita; Barlian, Akhmad Aniq; Muldiyana, Tya; Ulfa, Resi Maidina
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i3.23951

Abstract

Penggunaan obat yang tepat dan aman merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di kalangan remaja yang rentan melakukan pengobatan mandiri tanpa informasi yang memadai. Berdasarkan temuan awal di SMA Al-Irsyad Kota Tegal, banyak siswa belum memahami prinsip penggunaan obat yang benar, seperti waktu konsumsi, dosis, serta pentingnya menyelesaikan terapi antibiotik sesuai anjuran. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang prinsip DAGUSIBU, khususnya aspek “Gunakan Obat dengan Benar”. Kegiatan ini melibatkan 32 siswa dan dilaksanakan melalui pendekatan penyuluhan interaktif, diskusi, praktik membaca label obat, serta evaluasi pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan dengan menyusun soal pilihan ganda yang mengukur aspek pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan edukasi, serta menggunakan leaflet sebagai media edukatif. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 78,96 menjadi 91,87, dengan selisih sebesar 12,91 poin (16,35%). Peningkatan ini dipengaruhi oleh metode penyampaian yang partisipatif, praktik langsung, serta keterlibatan dosen yang berprofesi sebagai apoteker. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi berbasis sekolah efektif dalam memperkuat literasi obat di kalangan remaja. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan jangka pendek, tetapi juga membentuk perilaku bijak dalam penggunaan obat dan menjadi model edukatif yang dapat diterapkan di sekolah lain.
Peningkatan Pengetahuan Siswa SMP tentang DAGUSIBU Obat melalui Edukasi Interaktif Terstruktur Sari, Meliyana Perwita; Muldiyana, Tya; Barlian, Akhmad Aniq
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v9i1.8934

Abstract

Pengetahuan adalah kunci utama dalam mencapai keberhasilan, terutama dalam pemahaman tentang obat-obatan. Banyak orang kesulitan memahami instruksi penggunaan obat dan efek sampingnya, serta dampak lingkungan dari pembuangan obat yang tidak benar. Meningkatkan literasi obat, memberikan informasi yang jelas, dan memastikan akses mudah ke layanan kesehatan dapat membantu mengatasi masalah ini. Pengetahuan tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat) di kalangan remaja masih minim. Mereka sering tidak membedakan jenis obat dan tidak tahu cara penyimpanan serta pembuangan obat yang benar. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi tentang teknik DAGUSIBU, terutama di kalangan remaja, seperti yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tegal. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan DAGUSIBU obat dengan benar di SMP Negeri 5 Tegal. Kegiatan di SMP Negeri 5 Tegal meliputi pre-test, penjelasan materi DAGUSIBU, tanya jawab, praktek penyimpanan dan pembuangan obat, serta post-test, dan terakhir dokumentasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24-25 Juni 2024 secara tatap muka dan dihadiri 33 peserta. Kegiatan ini juga dilakukan komunikasi dua arah. Serta ditampilkan paparan slide tentang DAGUSIBU obat yang benar dan praktik penyimpanan obat. Di akhir sesi juga dilakukan sesi tanya jawab. Kami berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan penyakit degeneratif. Hal ini dilihat dari hasil pre dan post test yang meningkat hingga 17,57% oleh para peserta PKM.
Analisis Tingkat Pengetahuan Calon Lulusan DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama Terhadap Pembaruan Regulasi Kefarmasian Berdasarkan Undang undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023 Dan Kepmenkes HK.01.07/Menkes/1335/2024 Barlian, Akhmad Aniq
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10025

Abstract

Pemahaman terhadap regulasi kefarmasian merupakan fondasi penting dalam membentuk tenaga vokasi farmasi yang kompeten, profesional, dan sesuai peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan calon lulusan DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama terhadap pembaruan regulasi di bidang kefarmasian, khususnya terkait Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 dan Kepmenkes HK.01.07/MENKES/1335/2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 57 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang telah diuji validitas (r ≥ 0,423) dan reliabilitas (α = 0,945). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori "cukup" (52,63%), diikuti "baik" (38,59%), dan "kurang" (8,77%). Beberapa indikator menunjukkan pemahaman tinggi (100% benar) seperti pada aspek komunikasi efektif, kewajiban menjaga kerahasiaan pasien, dan dasar hukum regulasi. Namun terdapat juga miskonsepsi signifikan, seperti mengenai kewenangan lulusan vokasi (63,16% salah paham terhadap jenjang), cakupan manajemen obat (73,68% salah), dan limpahan tugas apoteker (21,05% salah). Diperlukan penguatan kurikulum berbasis regulasi serta edukasi berkelanjutan agar calon tenaga vokasi farmasi mampu menjalankan praktik kefarmasian secara profesional dan sesuai peraturan hukum yang berlaku.