Nyeri dismenore dapat berdampak negatif bagi penderitanya karena dapat mengganggu atau bahkan menghentikan aktivitas sehari-hari, terutama saat menstruasi. Terdapat dua pendekatan untuk menangani nyeri dismenore: terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis umumnya melibatkan penggunaan obat pereda nyeri, tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Terapi nonfarmakologis juga dapat digunakan, salah satunya melalui pengobatan herbal berupa minuman berbahan serbuk sari daun ungu (Graptophyllum pictum L.) Griff yang dimaniskan dengan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun ungu menjadi serbuk instan sebagai minuman herbal untuk meredakan nyeri dismenore. Formulasi dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi serbuk sari daun ungu untuk mengamati pengaruhnya terhadap uji organoleptik, uji pH, uji sensoris, dan uji deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perbedaan konsentrasi serbuk sari daun ungu memengaruhi uji organoleptik dan uji hedonik dengan panelis menunjukkan bahwa formula 3 paling banyak disukai.
Copyrights © 2025