Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus ) Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L) dan batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dikenal luas dimasyarakat sebagai tanaman obat berkhasiat. Khasiat keduanya sebagai pengobatan seperti malaria, diabetes, nyeri, sakit pinggang, obat luka, gangguan pencernaan, gatal-gatal dan lain sebagainya. Berbagai penelitian pun juga menunjukan akan khasiat batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) mempunyai efek analgesik. Penelitian ini menggunakan metode siegmund yaitu asam asetat 1% sebagai perangsang nyeri. Kontrol positif dengan antalgin 1,3 mg/20 gram BB mencit, kontrol negatif dengan aquadest 0,3 ml/20 gram BB mencit, perlakuan uji 1 ekstrak daun Pepaya (Carica papaya L) 12 mg/20 gram BB mencit, perlakuan uji 2 ekstrak batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) 0,6/20 gram BB mencit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) lebih berkhasiat analgetik dari pada ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers ) yang dapat dilihat dari kemampuan mengurangi jumlah geliat mencit pada tabel AUC 441>331, persen proteksi (Carica papaya L.) 40% ,(Tinospora crispa (L.) Miers ) 20 % dan persen efektivitas (Carica papaya ) 60% >, (Tinospora crispa (L.) Miers ) 30 % serta pada uji statistik one way anova taraf kepercayaan 99% (p<0,01) terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan.
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN JATI (Tectona grandis L.S) terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki prevalensi infeksi cacing tinggi yaitu berkisar antara 45% hingga 80. Tanaman obat yang sering digunakan untuk membunuh cacing  Ascaris lumbricoides, cacing Ascaridia galli Sp baik secara in vitro yang memiliki kandungan kimia saponin, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Infusa daun jati (Tectona grandi L.S) terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro. Penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan percobaan pemberian infusa daun jati dalam kadar tertentu. Konsentrasi infusa daun jati (Tectona grandis L.S) yang digunakan adalah 20%, 40% dan 60%. Tiap infusa diuji pengaruhnya terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro yang diamati selama 2 hari setiap 4 jam sekali dengan pembanding kontrol positif  berisi 20 ml larutan piperazin dan kontrol negatif berisi 20 ml larutan NaCl 0,9% b/v kemudian dianalisis dengan SPSS 21 uji One Way Anova. Hasil penelitian Uji daya antelmintik infusa daun jati (Tectona grandi L.S) dengan berbagai konsentrasi terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp menunjukan bahwa didalam infusa daun jati pada konsentrasi 40% dan konsentrasi 60% memberikan  pengaruh kematian cacing pada Ascaridia galli Sp dibandingkan dengan konsentrasi 20%
gambaran pengetahuan pasien asma terhadap cara penggunaan alat inhaler MDI di poli penyakit dalam rumah sakit bhayangkara bengkulu Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Salah satu terapi pada asma dengan menggunakan inhaler MDI. Penggunaan inhaler MDI membutuhkan keterampilan lebih dan kesalahan sering terjadi saat pasien menggunakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan pasien asma terhadap  cara penggunaan alat inhaler MDI (metered dose inhaler)  di poli penyakit dalam rumah sakit Bhayangkara Bengkulu.Penelitian ini terdiri dari 67responden  dengan kategori berdasarkan pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, dan umur. Metode yang digunakan pada penelitian adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel penelitian berdasarkan karakteristik yang sudah ditentukan atau diinginkan oleh peneliti. Jenis data yang diambil pada penelitian yaitu data primer dan sekunder, dan skala ukur pengetahuan diukur dengan skala guttman.Hasil penelitian yang didapat berdasarkan pendidikan yang memiliki pengetahuan baik terbanyak yaitu pada tingkat pendidikan sarjana (96%) berdasarkan pekerjaan yang memiliki pengetahuan baik pada kelompok pekerjaan PNS (93,66%), berdasarkan jenis kelamin yang memiliki pengetahuan baik tertinggi yaitu pada jenis kelamin perempuan (85,66%) dan berdasarkan umur yang memiliki pengetahuan baik berada pada umur 26-35 tahun (100%)
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI DAUN CAPO (Blumea balsamifera L. DC)DENGAN PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI Sopianti, Densi Selpia; Novia, Devi; Setiawan, Arief
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara tradisional menurut nenek moyang tanaman daun capo (Blumea balsamifera L. DC) berfungsi sebagai penurun panas dan mengobati sendi yang dilakukan secara ditempelkan (parem). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder daun capo (Blumea balsamifera L. DC) dengan membandingkan metode ekstraksi yaitu secara maserasi dan sokletasi dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Daun capo (Blumea balsamifera L. DC) diekstraksi menggunakan metode maserasi dan sokletasi dengan pelarut etanol 95%. Identifikasi skrining metabolit sekunder dari metode maserasi dan sokletasi meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, steroid dan tanin yang juga dipertegas dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil skrining fitokimia ekstrak maserasi dan sokletasi menunjukan bahwa ekstrak etanol 95% daun capo (Blumea balsamifera L. DC) mengandung senyawa metabolit di antaranya adalah saponin, flavonoid, steroid dan tanin. Pada hasil uji KLT menunjukan hasil positif pada ekstrak metode maserasi adalah saponin, flavonoid dan tanin, sedangkan untuk sokletasi terdapat senyawa saponin, flavonoid, steroid dan tanin.
IDENTIFIKASI FOSFAT PADA AIR SUMUR DI DAERAH BENGKULU TENGAH SECARA KUALITATIF DENGAN REAKSI ANION Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kandungan di dalam air juga dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh. Dalam air sumur terdapat beberapa kandungan bahan kimia, Kondisi lingkungan atau daerah sumber air masing-masing mempengaruhi karakteristik air sumur. Fosfat didalam air sumur merupakan pertanda bahwa tingkat polusi dari air tersebut cukup tinggi, fosfat berasal dari lokasi pertanian atau pun dari lokasi pembuangan sampah. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel air sumur gali sebanyak 5 sampel yang diambil dari Perumnas Villa Tugu Hiu Indah Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengujian sampel dilakukan dengan cara uji kualitatif di mana sampel air sumur gali tersebut di reaksikan dengan mengunakan pereaksi AgNO3, BaCl2, Amm. Molibdat, FeCl3, untuk menentukan fosfat pada air sumur gali. Hasil penelitian pada air sumur gali di Perumnas Villa Tugu Hiu Indah Kabupaten Bengkulu Tengah yang dilakukan, diperoleh hasil 5 sampel tersebut negatif mengandung fosfat (PO43-).
IDENTIFIKASI DAN FRAKSINASI EKSTRAK AKAR TEBU HITAM (Saccharum officinarum L.) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Novia, Devi; Noviyanti, Yuska; Anggraini, Yansi Noves
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tanaman obat yang potensial, dimana hasil alam yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat adalah tanaman. Salah satu bahan alam yang dikenal masyarakat yaitu akar tebu hitam (Saccharum officinarum L.).  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada akar  tebu hitam (Saccharum officinarum L.). Metode yang digunakan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kemudian dilakukan fraksinasi ekstrak akar tebu hitam (Saccharum officinarum L.) dan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil skrining fitokimia yang didapatkan pada fraksi ekstrak akar tebu hitam (Saccharum officinarum L.) yaitu mengandung senyawa saponin. Berdasarkan hasil uji penegasan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) didapatkan hasil positif senyawa saponin
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN JATI DAN INFUSA DAUN JATI (Tectona grandis L.S) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan secara tradisional telah dikenal sejak zaman dahulu. Dari segi pengobatan bangsa Romawi, Mesir, China, Persia, Ibrani dan Arab menunjukkan bahwa tanaman digunakan secara luas untuk mengobati hampir semua penyakit yang dikenal. Banyak tanaman memiliki kandungan yang berkhasiat sebagai obat, bila penggunaannya dilakukan secara tepat dan benar, bisa membantu penyembuhan. Salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan secara tradisional sebagai pengobatan adalah Tectona grandis L.S yang dikenal dengan daun jati. Penelitian ini dilakukan dengan cara pembuatan simplisia lalu, dilakukan ekstraksi dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan metode infusa menggunakan pelarut air. Hasil ekstrak dan infusa daun jati (Tectona grandis L.S) yang didapatkan dilakukan pengujian skrining fitokimia yaitu alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, terpenoid, dan steroid dan dilakukan uji penegasan menggunakan metode kromatografi lapisan tipis (KLT). Pada skrining fitokimia ekstrak dan infusa daun jati (Tectona grandis L.S) sama-sama mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavanoid, tanin, dan saponin terkecuali terpenoid hanya terdapat pada infusa daun jati. Pada uji penegasan yang menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) terhadap ekstrak dan infusa daun jati (Tectona grandis L.S) positif mengandung alkaloid, flavanoid, dan tanin.
Skrining Dan Aktivitas Antibakteri Fraksi Flavonoid Tunas Bambu Kuning (Bambusa vulgaris Var. Striata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Novia, Devi; Dharmayanti, Luky; Illahi, Yolanda Nur
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.2.281-290

Abstract

Tunas bambu kuning adalah jenis bambu yang biasa digunakan masyarakat dalam pengobatan salah satunya mempunyai fungsi sebagai antioksidan, obat asam urat, dan kolesterol, sedangkan untuk pengobatan sebagai antibakteri belum ada yang menggunakannya padahal tunas bambu (Bambusa vulgaris Var. Striata) memiliki metabolit sekunder yang dibutuhkan sebagai antibakteri. Penelitian ini menggunakan fraksi aquadest-etanol tunas bambu kuning (Bambusa vulgaris Var. Striata) yang digunakan untuk uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan variasi konsentrasi yaitu 60 %, 80 %, 90 %. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode difusi menggunakan kertas cakram/paper disk. Parameter yang digunakan untuk mengetahui mengukur aktivitas antibakteri yang digunakan yaitu dengan melihat diameter zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dari konsentrasi fraksi aquadest-etanol tunas bambu kuning yaitu 60% 80%, 90%, terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasi efektif dari fraksi aquadest-etanol tunas bambu kuning yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 90% dengan rata-rata diameter zona hambat 13,26 %. Terjadinya penghambatan pada pertumbuhan bakteri terhadap fraksi aquadest-etanol tunas bambu kuning dapat membuktikan bahwa fraksi aquadest tunas bambu kuning (Bambusa vulgaris Var. Striata) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
EFEKTIVITAS SEDUHAN DAUN ASAM JAWA TERHADAP KADAR HOMA-IR DAN HOMA-β PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Nopriantini, Nopriantini; Purba, Jonni Syah R; Desi, Desi; Petrika, Yanuarti; Novia, Devi; Ihsan, Bagus Muhammad
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 3 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i3.2014

Abstract

This study assessed the impact of tamarind leaf tea on HOMA-IR and HOMA-β levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus (DM). Thirty-two patients aged 20-50 years from Sungai Ambawang District Health Center, who were not using any DM medication, participated. They were divided into control (KN) and treatment (KP) groups, with KP receiving a tamarind leaf tea infusion for 7 days. HOMA-IR and HOMA-β levels were calculated using standardized formulas based on fasting insulin and glucose levels. The Wilcoxon signed-rank test revealed a significant decrease in HOMA-IR levels in the KP group (p<0.05), while no significant change was observed in the KN group. Although no significant difference in HOMA-β levels was found between the two groups, the KP group showed a notable increase by 4. These findings suggest that a 7-day tamarind leaf tea infusion effectively reduced HOMA-IR levels in patients with type 2 DM, although it did not significantly affect HOMA-β levels. This study highlights the potential of tamarind leaf tea as a complementary approach for managing insulin resistance in Type 2 DM patients. Further research is needed to explore the long-term effects and mechanisms of action for improving β-cell function. The conclusion of this study is that steeping tamarind leaves for seven days can reduce HOMA-I levels and slightly increase HOMA-β levels in patients with type 2 Diabetes Mellitus.
Penetapan Kadar Flavonoid Dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Anggur Laut (Caulerpa racemosa) Dari Pantai Air Lengkap Kabupaten Kaur Novia, Devi; Herlina; Tri Yanuarto
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i2.384

Abstract

Anggur laut (Caulerpa racemosa) adalah salah satu jenis alga laut berbentuk seperti anggur dan sering sekali dimanfaatkan masyarakat sebagai lalapan dan bahan obat tradisional. Anggur laut juga termasuk tumbuhan yang mengandung senyawa aktif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat dan sebagai antibakteri yang mempunyai senyawa alkaloid, saponin, flavonid dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah penetapan dari kadar flavonoid serta menguji ekstrak anggur laut sebagai antibakteri dari pantai air lengkap kabupaten kaur. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah maserasi. Maserasi adalah metode yang mudah dimana memasukan serbuk simplisia menggunakan pelarut tertentu dan membiarkannya pada suhu ruangan selama beberapa hari serta terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Metode dalam menganalisis Kadar flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Metode difusi digunakan dalam Pengujian aktivitas antibakteri dimana kertas cakram yang digunakan berukuran 6 mm. Dari hasil skrining fitokimia terdapat kandungan senyawa flavonoid, alkaloid dan steroid pada ekstrak anggur laut. Pengukuran kadar flavonoid menggunakan pembanding kuersetin dan didapatkan persamaan garis lurus y=0,07048x-0,0428 dan R2= 0,9893 diperoleh kadar flavonoid ekstrak anggur laut 1,611 %. Ekstrak anggur laut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staipylococcus Aiureus pada konsentrasi 40%, 60% dan 80% dengan diameter zona hambat adalah 3,06; 3,81 dan 4,98 mm dimana kekuatan yang masih relatif lemah