Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FORMULASI MASKER GEL WHEY KEFIR KOMBINASI SARI BUAH BIT (Beta vulgaris L.) Yanuarto, Tri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Whey kefir dan buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan bahan yang berkhasiat sebagai antioksidan. Whey kefir mengandung asam alpha hidroksi (AHA) yang dapat membantu mengurangi penuaan dini pada kulit. Buah bit (Beta vulgaris L.) mengandung betasianin dan flavonoid sebagai pelindung kulit dari sinar matahari dan kesehatan kulit.Pembuatan masker gel dalam penelitian ini menggunakan whey kefir 15% dan sari buah bit dengan konsentrasi 0%, 4%, 8%, dan 12%. Kefir di buat dengan susu UHT dengan penambahan grain kefir yang difermentasi selama ± 24 jam. Buah bit diambil sarinya dengan cara diblender selama 5 menit. Evaluasi masker gel dilakukan selama 4 minggu meliputi uji organoleptis, uji homogen, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, dan uji waktu sediaan mengering.Hasil penelitian masker gel whey kefir kombinasi sari buah bit (Beta vulgaris L.) dari ke empat formula, pengujian organoleptis mengalami perubahan warna F0 = putih kekuningan, F1 dan F2 = merah keunguan dan F3 = merah keunguan pekat. Hasil uji pH F0-F3 berkisar 6,3- 6,5. Hasil uji daya lekat F0-F3 0,52-0,63 detik. Hasil uji waktu mengering 24,04 menit. Secara keseluruhan hasil penelitian whey kefir kombinasi sari buah bit (Beta vulgaris L.) mempengaruhi sifat fisik pada formulasi masker gel.
Uji Antioksidan Ekstrak Daun Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) Merah Dengan Metode DPPH Yanuarto, Tri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan dewasa ini sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat berbagai produk makanan, minuman, bahkan kosmetik menyebutkan bahwa dalam  produk  tersebut mengandung antioksidan. Antioksidan diketahui memiliki pengaruh positif bagi kesehatan manusia terutama kemampuannya dalam menetralisir dampak negatif dari radikal bebas. Salah satu Antioksidan alami yaitu Daun kembang pukul empat (Mirabilis jalapa (L.)) dalam daun Mirabilis jalapa (L.) terdapat senyawa flavonoid, saponin dan tannin. Aktivitas antioksidan (IC50 ) pada penelitian ini dengan metode DPPH secara Spektrofotometri dengan baku pembanding Vitamin C. Hasil penelitian uji kuantitatif menunjukan bahwa ekstrak daun kembang pukul empat (Mirabilis jalapa (L.)) merah  mengandung antioksidan (IC50 ) dengan  kadar 0,4351 mg.
UJI KADAR ANTOSIANIN EKSTRAK BUAH JAMBLANG (Syzygium cumini(L.) Skeels) PADA FORMULASI YOGHURT SEBAGAI ANTIOKSIDAN Yanuarto, Tri; Nurkhasanah, Nurkhasanah; Nurani, Laela Hayu
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas bersifat reaktif yang menyebabkan penyakit degeneratif sehingga tubuh memerlukan antioksidan eksogen. Salah satu contohnya adalah buah Jamblang (Syzygium cumini (L)) yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi karena antosianin alaminya.. Antosianin bersifat lebih stabil dalam suasana asam sehingga cocok jika ekstrak buah jamblang difortifikasi dalam sediaan yoghurt. Yoghurt merupakan produk fermentasi susu yang menggunakan bakteri asam laktat yaitu: Streptococcus thermophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophilus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar antosianin ekstrak buah jamblang pada formulasi yoghurt dengan konsentrasi 0%, 5%, 7,5% dan 10% serta syarat mutu SNI. Pengujian meliputi uji sifat fisika, kimia dan mikrobiologi yaitu sensoris, viskositas, kadar asam, kadar lemak, dan jumlah starter bakteri, serta uji stabilitas yoghurt dengan penyimpanan pada suhu 4°C dan uji total antosianin pada hari ke-1, ke-7, ke-14, 21 dan hari ke-28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar antosianin total pada formula yoghurt terfortifikasi ekstrak buah jamblang pada konsentrasi 10% (60.87±2.24 mg/L) menghasilkan stabilitas antosianin lebih baik, sesuai dengan persyaratan SNI.
FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF DARI SERBUK SARI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Yanuarto, Tri; Wara, Tanza Dinda Vovies
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15934

Abstract

Kosmetik yang secara topical dipergunakan untuk memperbaiki penampilan, menjaga komponen cairan kulit, membersihkan kulit, dan anti penuaan dini. Salah satu kosmetik sebagai perawatan kulit adalah masker gel peel off. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan sediaan masker gel peel off dengan penambahan serbuk sari bunga telang yang mempunyai kandungan antioksidan.Formulasi masker gel peel off dibuat tiga formula masing-masing dengan menggunakan serbuk sari bunga telang dengan konsentrasi berbeda-beda (F1:2%); (F2: 4%); dan (F3: 6%). Penelitian ini dilakukan pengujian untuk melihat mutu fisik sediaan yaitu berupa pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering dan pengujian hedonik.Hasil penelitian yang telah dilakukan dari masker gel peel off dari ketiga formula memperlihatkan sediaan homogen, mempunyai warna biru muda, biru, biru keunguan; serta memenuhi parameter pengujian pH, daya lekat, dan uji waktu mengering. Sedangkan pengujian viskositas dan daya sebar tidak memenuhi standar.
OPTIMIZATION OF JAMBLANG (Syzygium Cumini (L.) Skeels) FRUIT EXTRACT LEVELS IN YOGHURT FORMULATION AS ANTIOXIDANT Yanuarto, Tri; Nurkhasanah; Hayu Nurani, Laela
PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS Vol. 1 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.752 KB) | DOI: 10.55047/comorbid.v1i1.55

Abstract

The reactivity of oxidant compounds that exceed the limits of antioxidant protection ability can cause chain reactions which cause interference with the system. Prevention is needed to neutralize the oxidants, so that exogenous antioxidants are needed. One example is the jamblang fruit (Syzygium cumini (L)) which has high antioxidant activity due to its natural anthocyanin. The purpose of this study was to determine the optimal form of yogurt with the addition of jamblang fruit extract with a concentration of 0%, 5%, 7.5% and 10% and the quality of SNI. Tests carried out include physical, chemical and microbiological tests, namely sensory, acid content, total protein, fat content, and a number of bacterial starters, as well as safety tests with storage at 4° C then 0, to 7, 14th, 21st and 28th day. Data analysis using MANOVA. The results of the effect of the product showed that the fruit of yogurt with 10% extract level provided good stability during storage. Decreased antioxidant levels on day 7 to day 28. Antioxidant activity is more stable than antioxidant jamblang fruit extract. The antioxidant activity of yogurt with 5% jamblang fruit extract; 7.5% and 10% on day 0% % inhibition value of 57.48%; 62.06%; and 73.01%.
UJI FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK BUNGA ROSELLA UNGU (HIBISCUS SABDARIFFA L.) Alfitroh , Ijazati; Dewi, Betna; Yanuarto, Tri; Rahmadani, Nurbayu Rezky
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.49102

Abstract

Lip Balm merupakan salah satu sediaan kosmetik yang dioleskan pada bibir untuk mencegah dan memperbaiki bibir yang kering dan pecah-pecah akibat perlindungan bibir yang buruk dan pengaruh lingkungan luar. Untuk melindungi bibir dibutuhkan antioksidan, tanaman yang digunakan bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah variasi konsentrasi ekstrak dapat mempengaruhi sifat fisik lip balm. Uji hedonik formulasi lip balm dengan 4 formulasi yang berbeda yaitu F0, F1, F2 dan F3 dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% dengan bahan tambahan Propilenglikol, Gliserin, Cera Flava, nipagin, Nipasol, Lanolin, Oleum Rosae dan Oleum Cacao. Uji sifat fisik lip balm yang dilakukan berupa uji organoleptis, homogenitas, pH dan hedonik. Hasil dari uji evaluasi bahwa ekstrak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) dapat mempengaruhi sifat fisik berupa uji oragnoleptis sediaan teroksidasi pada minggu ke-5 dan homogenitas warna yang tidak merata. Pada uji pH sediaan lip balm ekstrak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) sudah memenuhi syarat sediaan lip balm yang baik. Formulasi yang paling bagus dan disukai pada uji hedonik adalah formulasi 3.
FORMULASI DAN UJI HEDONIK (SENSORI DAN DESKRIPTIF) SEDIAAN MINUMAN HERBAL SERBUK SARI DAUN PUDING HITAM (Graptophyllum pictum L.) Griff Yanuarto, Tri; Novia, Devi; Melina, Melina; Haque, Aina Fatkhil
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21817

Abstract

Nyeri dismenore dapat berdampak negatif bagi penderitanya karena dapat mengganggu atau bahkan menghentikan aktivitas sehari-hari, terutama saat menstruasi. Terdapat dua pendekatan untuk menangani nyeri dismenore: terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis umumnya melibatkan penggunaan obat pereda nyeri, tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Terapi nonfarmakologis juga dapat digunakan, salah satunya melalui pengobatan herbal berupa minuman berbahan serbuk sari daun ungu (Graptophyllum pictum L.) Griff yang dimaniskan dengan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun ungu menjadi serbuk instan sebagai minuman herbal untuk meredakan nyeri dismenore. Formulasi dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi serbuk sari daun ungu untuk mengamati pengaruhnya terhadap uji organoleptik, uji pH, uji sensoris, dan uji deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perbedaan konsentrasi serbuk sari daun ungu memengaruhi uji organoleptik dan uji hedonik dengan panelis menunjukkan bahwa formula 3 paling banyak disukai.
Formulation of Effervescent Granule Telang Flower Essense (Clitoria Ternate L.) and Rimau Gerga Lebong Orange (Citrus Nobilis) as a Health Drink Herlina, Herlina; Yanuarto, Tri; Mulyani, Elly; Hartati, Yuni
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.83-92

Abstract

Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) contain chemicals, namely anthocyanin flavanoids, which are a subclass of water-soluble flavanoids and are responsible for the color of the flowers. RGL oranges (Citrus nobilis) are a high source of vitamin C which is effective as an antioxidant which can neutralize free radicals. Effervescent granules have high solubility in water making them very easily absorbed and contain carbonates which provide a fresh taste sensation. The aim of making effervescent granules is to find out whether butterfly pea flower essence with RGL oranges can be formulated into effervescent granules and meet the effervescent granule test requirements. Butterfly pea flower essence with RGL orange is formulated with varying concentrations of butterfly pea flower, namely 100; 150; 200 pieces. Effervescent granules are formulated using the dry granulation method. The results of research on making effervescent granules in organoleptic tests have different colors, effervescent granule flow time 1.31 - 1.36 seconds, angle of repose 27° - 29°, water content 1.5 - 1.7%, dissolving time 27.39 – 36.8, all of these tests meet the requirements of the effervescent granule test, granule pH 5.17 – 5.52 which tends to be acidic, this condition is influenced by the addition of RGL butterfly pea flower and orange juice, based on the hedonic test the most preferred formula is F III .
PEMANFAATAN SERBUK SARI BUNGA TELANG PADA PRODUK MAKANAN (KERUPUK SEBLAK) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Yanuarto, Tri; Novia, Devi; Azizah, Alvi Maratul; Monicha, Ana Hikma; Yuhalifa, Dhea; Annisa, Fevi; Attari, Likus Tri; Marzenta, Marzenta; Anggraini, Nina; Efendi, Qori; Indriani, Tri Selsa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25363

Abstract

Pemilihan penggunaan pewarna alami pada olahan pangan adalah langkah dalam melindungi konsumen dari bahaya negatif penggunaan pewarna sintetis. Penggunaan bahan sintetis dapat meningkatkan resiko terhadap kesehatan seseorang. Oleh karena itu, dengan alternatif penggunaan pewarna alami agar aman, ramah lingkungan dan mudah didapat bagi konsumen. Salah satunya adalah dengan penggunaan bunga telang. Pembuatan pewarna alami dari bunga telang (Clitoria ternatea L) dengan metode serbuk atau granul kering dengan penambahan dekstrin atau laktosa sebagai pengisi, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keawetan dan memperluas aplikasi pewarna alami dari bunga telang. Selain itu untuk mempertahankan kandungan nutrisi supaya memberikan nilai tambah yaitu memiliki umur simpan yang lebih lama, efisien dalam penyimpanan dan memiliki kadar air yang lebih rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa – siswi MAN 2 kota Bengkulu dalam pemanfaatan pewarna alami dari serbuk sari bunga telang pada penambahan olahan panagan kerupuk seblak. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa foto dokumentasi kegiatan dan data hasil kuisioner kepada responden siswa – siswi SMAN 2 kota Bengkulu sebagai laporan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi STIKES Al-Fatah Bengkulu.
EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH RAMBUT JAGUNG (ZEA MAYS L.) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) SEBAGAI ANTIDIABETES DALAM BENTUK TEH HERBAL DI MAN 2 KOTA BENGKULU -Alfitroh, Ijazati; Yanuarto, Tri; Herlina, Herlina; Shalia, Vina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25513

Abstract

Penyakit kelainan metabolik atau Diabetes Melitus ditandai dengan tingginya gula darah (Hiperglikemia). Pada penderita diabetes senyawa Flavonoid termasuk quercetin memiliki efek menurunkan kadar gula darah dengan kemampuan Antioksidan. Senyawa quercetin dapat ditemui pada tanaman Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Rambut Jagung (Zea mays L.). Pemanfaatan Daun kelor dan rambut jagung dapat dijadikan sebagai teh herbal dengan kombinasi keduanya sebagai Antidiabetes. Metode yang digunakan dengan cara di oven selama 60?C selama kurang dari 2-3 jam, hal tersebut mencegah terjadinya kerusakan zat aktif yang terkandung didalam Rambut jagung (Zea mays L.) dan Daun kelor (Moringa oleifera L.) hasil yang didapatkan berupa serbuk kasar berwarna hijau kecoklatan dengan rasa pahit. Berdasarkan hal tersebut kepuasan responden terkait penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah rambut jagung (Zea mays L.) dan Daun kelor (Moringa oleifera L.) mencapai 95% terkait penjelasan dan kepuasan terhadap produk yang telah diikuti 34 responden siswa-siswi MAN 2 Kota Bengkulu.