Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal dalam dunia pendidikan anak usia dini untuk pengembangan karakter. Tidak semua lembaga melibatkan diri dalam pelestarian budaya, khususnya budaya membatik sebagai warisan budaya Indonesia. RA Nurul Fadila Sukoharjo sebagai lembaga pendidikan anak usia dini mengintegrasikan kurikulum muatan lokal melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan kegiatan membatik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan kurikulum muatan lokal melalui projek penguatan pelajar pancasila (P5) membatik di RA Nurul Fadila. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur muatan lokal kegiatan P5 membatik mampu membuat anak mandiri dan kreatif, bernalar kritis serta mengenal budaya lokal. Dengan demikian, projek P5 membatik menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkenalkan budaya lokal sekaligus membentuk karakter profil pelajar Pancasila sejak dini. Pembelajaran dimulai dari pengenalan batik, teknik pembuatan batik celup, dan presentasi karya. Kendala dalam fasilitas, keterbatasan waktu, serta kemampuan guru untuk menyusun pembelajaran projek untuk anak usiadini.
Copyrights © 2025