Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Program Cope-R Terhadap Perilaku Empati Pada Anak Usia 4-5 Tahun Fitri, Aprilia Wahyuning; Aji Ramdani, Luthfi; Aerin, Wafa; Prehatiningsih, Arip; Nur Amalia, Impriti
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i2.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program ketahanan COPE (COPE-R) terhadap perilaku empati pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak tentang memiliki perilaku empati di TK Tunas Harapan Desa Kedawung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan one group pretest posttes design. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak di TK Tunas Harapan Desa Kedawung dengan usia 4-5 tahun yang berjumlah 30 anak yaitu 14 anak laki-laki dan 16 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi dan observasi. Dokumentasi digunakan untuk mencatat pengaruh program ketahanan COPE-R terhadap perilaku empati pada anak usia 4-5 tahun selama penelitian. Teknik analisis data tentang kemampuan perilaku empati menggunakan Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan perilaku empati anak usia 4-5 tahun meningkat setelah diberikannya perlakuan. Pengenalan perilaku empati secara menyeluruh dengan menggunakan program COPE-R memberikan pengaruh terhadap kemampuan perilaku empati anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Harapan Desa Kedawung. Kemampuan perilaku empati pada pre-test menunjukkan kemampuan perilaku empati anak cenderung rendah. Selanjutnya anak atau responden diberikan treatment selama 3 kali, kemudian anak diberikan tes lisan yang sama seperti pada saat pre-test. Hasil skor post-test menunjukkan peningkatan nilai yang artinya program COPE-R memiliki pengaruh terhadap kemampuan perilaku empati pada anak yakni 30,25%.
Pengaruh Faktor Individu, Psikologis dan Organisasi Terhadap Kinerja Guru Pns dan Non Pns Di Taman Kanak-Kanak Se-Kecamatan Weru Sukoharjo Warih Anggi Pratiwi; Prehatiningsih, Arip
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 10 No. 2 (2025): Edisi Januari
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v10i2.1131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor individu, psikologis dan organisasi berpengaruh terhadap kinerja guru PNS dan Non PNS di Taman Kanak-kanak se- Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data: (1) uji prasyarat analisis yaitu validitas instrument, reliabilitas instrument, (2) Uji Hipotesis, pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi parametrik. Hasil penelitian menunjukkan (1) Bahwa faktor individu (X1) berpengaruh terhadap kinerja guru PNS (Y1). (2) Bahwa faktor psikologis (X2) berpengaruh terhadap kinerja guru PNS (Y1). (3) Bahwa faktor organisasi (X3) tidak berpengaruh terhadap kinerja guru PNS (Y1). (4) Faktor Individu (X1), Faktor Psikologi (X2) dan Faktor Organisasi (X3), berpengaruh secara signifikan bersama-sama terhadap Kinerja Guru PNS (Y1). (5) Bahwa faktor individu berpengaruh terhadap kinerja guru non-PNS (Y2). (6) Bahwa faktor psikologis berpengaruh terhadap kinerja guru non-PNS (Y2). (7) Bahwa faktor organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja guru non-PNS (Y2). (4) Faktor Individu (X1), Faktor Psikologi (X2) dan Faktor Organisasi (X3), berpengaruh secara signifikan bersama-sama terhadap Kinerja Guru non-PNS (Y2)
Pengembangan Activity Pembelajaran Ekoliterasi untuk Mengenalkan Literasi Budaya Khas Sukoharjo pada Anak Usia 5-6 Tahun Prehatiningsih, Arip; Sufiati, Vivi; Edmawati, Mahmuddah Dewi
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 7 No 01 (2025): Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v7i01.1573

Abstract

This study aims to develop eco-literacy-based learning activities to enhance the cultural literacy of local Sukoharjo traditions in children aged 5–6 years. The research used a Research and Development (R&D) method with the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). Expert validation results indicated that the product was feasible for use, and limited trials showed that the developed activities effectively increased children's active participation and understanding of local cultural and environmental values. This eco-literacy and culture-based learning model is not only contextually relevant but also contributes to holistic character development in early childhood. The resulting product has the potential to be replicated in other regions by adapting to local cultural values. Thus, this model offers an innovative alternative in early childhood education
TPR (Total Physical Response) Untuk Meningkatkan Gerak Lokomotor Anak Usia 5-6 Tahun Pratiwi, Warih Anggi; Prehatiningsih, Arip
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 7 No 01 (2025): Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v7i01.1625

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Total Physical Response (TPR) method in improving the locomotor movement skills of children aged 5–6 years in kindergarten. Locomotor movement is a part of gross motor development essential in supporting children's physical activities, such as walking, running, jumping, and hopping. However, initial observations showed that most children still experienced difficulty performing locomotor movements properly. Therefore, a learning approach that can stimulate motor skills in a fun and meaningful way is needed. The TPR method was chosen because it combines verbal instructions with active physical responses, which aligns with the developmental characteristics of early childhood who enjoy learning through movement and play. This research employed a classroom action research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles. Data collection techniques included observation and documentation, while the instrument used was a locomotor movement assessment sheet based on six main indicators: walking in a straight line, running, jumping, hopping, stair climbing, and crawling. The research subjects were 20 children in Group B (aged 5–6 years) at BA Aisyiyah Rejosari in Sukoharjo Regency. The results of the study showed a significant improvement in locomotor movement skills from cycle to cycle. The average locomotor movement scores of the children increased from the pre-action stage (30.55%), to Cycle I (76.55%), and then to Cycle II (87.78%). This improvement indicates that the TPR method is effective in stimulating children’s fundamental movements actively and enjoyably. Additionally, the children demonstrated increased motivation and enthusiasm throughout the activities. Thus, the TPR method can be considered an appropriate alternative strategy for gross motor learning in the context of early childhood education.
Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Melalui Projek Penguatan Pelajar Pancasila (P5) Membatik Sufiati, Vivi; Prehatiningsih, Arip; Pratiwi, Warih Anggi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.660

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal dalam dunia pendidikan anak usia dini untuk pengembangan karakter. Tidak semua lembaga melibatkan diri dalam pelestarian budaya, khususnya budaya membatik sebagai warisan budaya Indonesia. RA Nurul Fadila Sukoharjo sebagai lembaga pendidikan anak usia dini mengintegrasikan kurikulum muatan lokal melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan kegiatan membatik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan kurikulum muatan lokal melalui projek penguatan pelajar pancasila (P5) membatik di RA Nurul Fadila. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur muatan lokal kegiatan P5 membatik mampu membuat anak mandiri dan kreatif, bernalar kritis serta mengenal budaya lokal. Dengan demikian, projek P5 membatik menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkenalkan budaya lokal sekaligus membentuk karakter profil pelajar Pancasila sejak dini. Pembelajaran dimulai dari pengenalan batik, teknik pembuatan batik celup, dan presentasi karya. Kendala dalam fasilitas, keterbatasan waktu, serta kemampuan guru untuk menyusun pembelajaran projek untuk anak usiadini.
Pelatihan Guru PAUD dalam Pengembangan Aktivitas Ekoliterasi Berbasis Budaya Sukoharjo Pratiwi, Warih Anggi; Prehatiningsih, Arip; Maharani, Fitria; Sufiati, Vivi; Kusumastuti, Ika Aprilia; Faza, Miladia Wahda
Abdibaraya Vol 4 No 02 (2025): Abdibaraya
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/abdibaraya.v4i02.1830

Abstract

The increasing environmental degradation demands the integration of eco-literacy education from an early age. Early Childhood Education (ECE) plays a strategic role in instilling environmental conservation values through contextual and relevant learning experiences. This community service activity aims to enhance the understanding and skills of ECE teachers at BA Aisyiyah Rejosari, Sukoharjo Regency, in developing eco-literacy-based learning activities integrated with local culture. The implementation was carried out through two sessions of participatory educational training, which included material delivery, hands-on practice, workshops, and mentoring. The results showed that teachers gained a better understanding of eco-literacy concepts and were able to design learning activities such as making traditional herbal drinks, eco-print batik, and simple waste management practices with children. The children appeared enthusiastic and actively engaged in the learning process. Furthermore, the program fostered early environmental awareness and nurtured an appreciation for local cultural heritage. Therefore, this activity was deemed effective in enhancing teacher capacity and the quality of ECE learning, based on environmental values and local wisdom, in a sustainable manner