Minat belajar merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, terutama di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran inkuiri yang diintegrasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV dari dua sekolah dasar di Yogyakarta. Kelompok eksperimen menerima perlakuan berupa pembelajaran inkuiri yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal Yogyakarta, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar yang telah divalidasi dan memiliki reliabilitas tinggi (α = 0,842). Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam hal minat belajar siswa (p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi kearifan lokal dalam model inkuiri efektif dalam meningkatkan perhatian, rasa ingin tahu, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran inkuiri berbasis kearifan lokal berkontribusi positif terhadap penguatan minat belajar siswa, dan layak dikembangkan sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual dan relevan secara budaya.
Copyrights © 2025