Kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di daerah masih terkendala keterbatasan sumber daya, minimnya pelatihan guru, dan rendahnya motivasi siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 8 Fatuleu Satu Atap, Kabupaten Kupang, NTT, dilaksanakan untuk menjawab tantangan ini melalui dua strategi: English Fun Camp bagi siswa dan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi guru. Menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif, siswa dan guru terlibat aktif dalam kegiatan interaktif dan praktis. Fun Camp yang memadukan permainan bahasa, lagu, kuis, dan roleplay terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi, kepercayaan diri, serta penguasaan kosakata dan struktur kalimat secara kontekstual. Pelatihan AI membekali guru dengan keterampilan menggunakan teknologi seperti ChatGPT dan Canva AI untuk menyusun RPP, media ajar, asesmen, dan tugas administratif, mempercepat kerja sekaligus memberi alternatif pembelajaran yang adaptif. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru. Program ini memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah mitra, serta membuka peluang kemitraan berkelanjutan. Integrasi pembelajaran interaktif dan literasi teknologi di sekolah tertinggal, terdepan, dan terluar berpotensi signifikan meningkatkan mutu pendidikan, sehingga direkomendasikan untuk direplikasi di daerah lain dengan tantangan serupa.
Copyrights © 2025