Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta strategi ungkapan penolakan yang digunakan oleh warganet di Facebook terhadap rencana pembukaan tambang emas di Kabupaten Sinjai. Kajian ini menggunakan pendekatan linguistik pragmatik dengan fokus pada tindak tutur penolakan berdasarkan teori Kartomihardjo (1990), yang membedakan penolakan menjadi dua jenis utama, yakni penolakan langsung dan tidak langsung. Data dalam penelitian ini diperoleh dari unggahan dan komentar pengguna Facebook pada berbagai akun atau grup yang membahas isu tambang emas tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warganet menggunakan beragam bentuk penolakan, mulai dari ekspresi langsung seperti “Kami menolak tambang!” hingga bentuk tidak langsung yang bersifat sindiran, pertanyaan retoris, dan penggunaan bahasa metaforis. Strategi penolakan ini tidak hanya merefleksikan ketidaksetujuan terhadap proyek tambang, tetapi juga memperlihatkan dinamika opini publik, kekhawatiran ekologis, dan solidaritas sosial masyarakat lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang penting bagi masyarakat dalam menyuarakan sikap politik dan ekologisnya melalui bentuk-bentuk kebahasaan yang khas.
Copyrights © 2025