Desa Lebakmuncang merupakan desa wisata dengan konsep pariwisata kreatif yang mengutamakan kekhasan lokal dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa. Potensi unggulan desa terdiri dari sumber daya alam. Salah satu komoditas unggulan perkebunan dari desa ini adalah stroberi. Hasil panen stroberi menjadi sumber ekonomi masyarakat, namun pengelolaannya belum maksimal dilakukan. Diversifikasi stroberi sudah dilakukan dalam skala kecil dan pasar yang sangat terbatas. Kegiatan edukasi diversifikasi yang dilakukan memiliki tujuan yaitu mendapatkan gambaran permasalahan yang dihadapi pelaku usaha, mendapatkan gambaran pemahaman diversifikasi dan jenis diversifikasi stroberi yang telah dilakukan, mendapatkan kendala yang dihadapi pelaku usaha dan memberikan ide rencana diversifikasi yang dapat dilakukan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara struktur dan sistematis, dimulai dengan penetapan daerah sasaran, menggali permasalahan nyata, perizinan, penyusunan materi, sosialisasi, pelaksanaan, monitoring evaluasi dan penyusunan laporan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah permasalahan yang dihadapi pelaku usaha stroberi desa Lebakmuncang, yaitu permasalahan harga jual, modal, teknologi dan kemampuan pelaku usaha. Permasalahan ini menjadi faktor utama penghambat keberlanjutan diversifikasi yang telah dilakukan. Kendala diversifikasi terbesar yang dihadapi pelaku UMKM stroberi adalah kendala pengetahuan dan ketrampilan. Pelaku usaha stroberi telah memahami dan melakukan diversifikasi menjadi stroberi frozen, selai, sirup, dodol dan krupuk atau manisan. Strategi pengembangan usaha perlu dilakukan untuk mengatasi kendala diversifikasi produk hilir stroberi. Strategi pengembangan usaha dapat dilakukan dengan kolaborasi dari beberapa pihak, yaitu petani, pelaku UMKM, masyarakat desa, pemerintah dan lembaga lokal, akademisi dan peneliti serta mitra komersial atau industri berbahan baku stroberi.
Copyrights © 2025