Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN RUMAH DAN LINGKUNGAN SEHAT PADA HUNIAN PADAT DI JAKARTA Sujatini, Siti
IKRAITH-TEKNOLOGI Vol 1 No 2 (2017): IKRAITH-TEKNOLOGI Vol 1 Nomor 2 Bulan November 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.099 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mencari aspek yang berpengaruh kuat dalam mewujudkan rumah danlingkungan sehat pada hunian padat di Jakarta dalam menuju ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalahpendekatan kuatitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakatpengguna dan aparat/ instansi terkait, sedangkan penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan observasi dandiskusi kelompok masyarakat (FGD) untuk dapat melakukan identifikasi tingkat kualitas rumah danlingkungannya. Selanjutnya dilakukan analisis regresi berganda dan uji simultan, menguji variabel yang palingdominan yang berpengaruh dalam mewujudkan rumah dan lingkungan sehat.
KEBERLANJUTAN EKOLOGIS: PROSES PEMBANGUNAN KAWASAN HUNIAN SEBAGAI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) (Studi kasus proses pembangunan kawasan hunian pada kota mandiri) Sujatini, Siti
IKRA-ITH TEKNOLOGI : Jurnal Sains & Teknologi Vol 2 No 2 (2018): IKRA-ITH TEKNOLOGI Vol 2 No 2 Bulan July 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.303 KB)

Abstract

ABSTRAKKota akan selalu berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat,oleh karena itu untuk menampung berbagai macam kegiatan sesuai kebutuhan diperlukan adanyakonversi lahan dari area terbuka menjadi terbangun. Dalam proses pembangunan hunian barusering hanya mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi tanpa memikirkan kepentinganekologis sehingga terjadi ketidak seimbangan lingkungan. Hidrologi merupakan bagian pentingdari aspek ekologi, perubahan area terbuka menjadi terbangun akibat dari peningkatan jumlahpenduduk dengan segala kebutuhannya akan berpengaruh terhadap kebutuhan dan ketersediaan air.Air merupakan kebutuhan penting dan selalu menjadi permasalahan seiring dengan peningkatanpenduduk pada suatu hunian. Pembangunan berkelanjutan/ Sustainable Development Goals(SDGs) yang menjadi tujuan PBB merupakan tindak lanjut dari MDGs, salah satu tujuan dari 17kriteria SDGs adalah masalah air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi sejauh manaproses pembangunan kawasan hunian baru melihat hidrologi sebagai bagian dari aspek ekologimerupakan hal yang penting. Metodologi yang dipakai adalah expost de facto yaitu berdasarkandata dan fakta yang terjadi adanya konversi lahan dan peningkatan jumlah penduduk, dianalisisdengan pendekatan deskriptif, pendekatan penelitian kuantitaf (overlay peta) dan kualitatif(wawancara dengan masyarakat, penentu kebijakan). Sebagai studi kasus diambil salah satu prosespembangunan hunian baru sebagai bagian dari kota mandiri yang sedang berkembang sebagaipenyangga DKI Jakarta. Kesimpulan bahwa aspek hidrologi belum terpikirkan pada pembangunansuatu hunian baru, khususnya kebutuhan air bersih dan penyelesaian air larian, apalagi untukmenuju kearah implementasi SDGs. Untuk itu perlu segera implementasi kebijakan terkait denganpengaruh air larian dan kebutuhan air bersih.
KORIDOR JALAN PADA HUNIAN PADAT DI KOTA BESAR SEBAGAI AREA EKONOMI KREATIF MASYARAKAT Sujatini, Siti
IKRA-ITH TEKNOLOGI : Jurnal Sains & Teknologi Vol 3 No 2 (2019): IKRA-ITH TEKNOLOGI Vol 3 No 2 Bulan Juli 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.905 KB)

Abstract

Hilangnya identitas suatu tempat banyak terjadi di hunian padat kota, kebutuhan akan ruangmeningkat sehingga hal yang mungkin masyarakat lakukan untuk memenuhi kebutuhan akan ruang adalahmenggunakan koridor jalan. Koridor jalan merupakan ruang terbuka yang bersifat publik telah hilangidentitasnya, ruang terbuka ini difungsikan masyarakat sebagai ruang publik yang digunakan untuk areasosialisasi dan bisnis. Pertumbuhan dan perkembangan kebutuhan masyarakat akan ruang maka yangterjadi adalah berubahnya makna suatu ruang terbuka. Perubahan makna ruang terbuka ini kalau tidakdikelola akan mengakibatkan kualitas manusia dan lingkungan tidak sehat. Ruang terbuka ini difungsikanmasyarakat sebagai ruang publik yang digunakan untuk area sosialisasi dan bisnis. Seiring denganpertumbuhan dan perkembangan kebutuhan masyarakat maka berubahnya makna suatu koridor jalansebagai ruang terbuka punil akan selalu terjadi. Perubahan makna ruang terbuka ini kalau tidak dikelolaakan mengakibatkan kualitas manusia dan lingkungan tidak sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengidentifikasi terjadinya perubahan makna dan fungsi koridor jalan, dan mencari solusi apabilaperubahan tersebut mengganggu keseimbangan lingkungan. hidup masyarakat. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode dengan pendekatan kualitatif yaitu observasi dan wawancara dilapangan dan menganalisis dengan menggunakan teori Lefebvre dan kajian teori beberapa jurnal. Temuandari penelitian ini adalah koridor jalan (gang kecil) pada hunian padat sebagai area bisnis dan interaksisocial, sebagai roda perekonomian yang hadir dari dan untuk area ekonomi kreatif masyarakat.
PROGRAMKEWIRAUSAHAAN TERPADU (PKT) DALAM RANGKA PENUMBUHAN INDUSTRI BARU DI HUNIAN PADAT WILAYAH JAKARTA PUSAT Dewi, Euis Puspita; Sujatini, Siti; Henni, Henni
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 3 No 1 (2020): IKRAITH-ABDIMAS VOL 3 NO 1 BULAN MARET 2020
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.371 KB)

Abstract

Kewirausaan di Indonesia belum berkembang pesat di Indonesia. Paradigma danharapan menjadi seorang pekerja dan buruh masih sangat melekat. Berbahai upaya untukmeningkatkan kewirausaan oleh pemerintah sudah dilakukan. Salah satu bentuknya adalahmelalui UMKM yang sebenarnya sangat penting dalam mengatasi masalahpengangguran dan sangat vital di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.Namun, keterbatasan dalam hal pengetahuan, kemampuan dan pemodalan menjadi masalahdalam penumbuhan kewirausahaan dan penciptaan industri baru. Masyarakat Jakarta,syang tinggal di lokasi paling strategis dan pusat segala aktivitas perekonomian masihbanyak yang memiliki keterbatasn tersebut. Oleh karena itu, Program KewirausahaanTerpadu (PKT) yang diselenggarakan oleh Pemda DKI melalui Sudin Perindustrian danEnergi Jakarta Pusat diharapkan mampu mengatasi segala keterbatasan tersebut. Penulissekaligus narasumber dan instruktur dalam kegiatan ini melaporkan kegiatan tersebutmelalui artikel ini.
MEWARNAI GAMBAR SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK MENANAMKAN CINTA ALAM dan LINGKUNGAN PADA USIA DINI, DI PAUD BAHAGIA RW-02- KELURAHAN PASEBAN Sitti Wardiningsih; Siti Sujatini; Euis Puspita Dewi
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i1.953

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang ada di kelurahan Paseban ini adalah daerah permukiman yang kepadatan penduduknya cukup padat dan masalah desa Paseban telah menjadi masalah besar bagi kota-kota besar di Jakarta, termasuk kota Jakarta Pusat. Kegiatan pengabdian Di desa Paseban diadakan melalui kegiatan menggambar pada peserta 30 anak (mendekati usia 3-6 tahun), selain itu dilakukan kegiatan pengolahan sampah melalui penekanan prinsip pemilahan dan lingkaran kehidupan sampah dalam bentuk. Sayangnya, tidak semua warga Jakarta melakukan prinsip-prinsip itu dan berbagai kegiatan lain seperti pelatihan pembuatan asupan nutrisi dan makanan sehat yang terbuat dari singkong yang diadakan oleh PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) yang disebut dengan kelompok Maxi. Maxi, melalui program Pengabdian Masyarakat telah melakukan kegiatan pembuatan di Desa Paseban. Untuk mendidik warga di Paseban, kelompok Maxie mengadakan program lomba menggambar. Program ini merupakan Program Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik, colaborasi Universitas Institut Sains dan Teknologi Universitas Persada Indonesia sejak Juni 2013. Metode ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dalam bentuk penyuluhan, pelatihan (workshop) masyarakat desa Paseban memiliki tema alam. Realisasi pelaksanaan kegiatan program pengabdian pada masyarakat tersebut menggunakan media kertas gambar yang sudah ada gambar dan siap untuk diwarnai gambar ukuran A3, pinsil warna Crayon. Kegiatan ini diikuti oleh anak didik di lingkungan PAUD BAHAGIA RW-01 yang berjumlah tiga puluh orang (30) anak-anak usia dini. Hasil mewarnai gambar ini terbagi dalam dua katagori dengan kualitas gambar terbaik dan baik. Kata Kunci : Paud, Gambar, Alam lingkungan, Paseban. ABSTRACT The problem of Paseban village has become a big problem for big cities in Jakarta, including the city of Central Jakarta. In Paseban village held activities drawing in the participants 30 childerns (age approach 3-6 years old).To overcome this, a source of waste has to emphasize the sorting principle and waste life circle in the form of. Unfortunately, not all of the Jakarta Citizen do those principles. Beside of activites in there ,any another activites checkup nutrition toodler and healthy food made of cassava held by PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK).Maxie through the Community Service program has carried out the activities of making in the Paseban Village. In order to educate residents in Paseban, Maxie group held a program using drawing. This program action program which is a Community Service Program implemented by the Architecture Study Program of the Faculty of Engineering, colaborasi Universitas Institut Sains and Teknologi Universitas Persada Indonesia since June 2013.The method used the method of community education in the form of counseling, training (workshop) the community of Paseban village have a theme nature.The process is using a drawing nature, The result obtained is the decreasing in having of childrens of PAUD Bahagia in the concern of nature and on produce drawing of best quality,good and sufficient. Key words : PAUD, Drawing, Nature, Paseban.
Pendampingan Dalam Penataan Ruang Usaha Kuliner Pada Rumah Tinggal Di Hunian Padat Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat Euis Puspita Dewi; Siti Sujatini; Henni Henni
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 1 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 1 Vol 5 Maret 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.151 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan bagi MitraMasyarakat, bernama KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dan berlokasi di KelurahanPaseban RW 02 dalam menata ulang ruang usaha yang produktif, aman, dan sehat.Kegiatan pendampingan ini dilakukan dalam rangka menjawab permasalahan yangdihadapi mitra sebagai penghuni sekaligus penyelenggara usaha di hunian padat yangmeliputi: 1) Keterbatasan luas ruang dan tingginya kerapatan antar bangunan; 2)Rendahnya kualitas ruang; 3) Minimnya fasilitas umum dalam mendukung usaha.Pelaksanaan pendampingan terdiri dari tahapan: 1) wawancara dan observasi kebutuhanmitra, 2) sosialisasi, konsultasi desain pada ruang usaha yang memenuhi syarat usaha dariDinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kelurahan Paseban. 3) pembuatan modeldesain ruang usaha yang produktif dan memenuhi syarat keamanan, kenyamanan sertakesehatan.
Arsitektur Masa Pandemi: Ruang Keempat Sebagai Pemaknaan Ruang-Ruang Pada Rumah Tinggal Siti Sujatini; Euis Puspita Dewi
IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3 (2021): IKRAITH-HUMANIORA Vol 5 No 3 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.948 KB)

Abstract

The recommendation the government to residents are, school and do other activities athome (work / school from home) has caused high frequency in settlement or housesactivities. An increase in the frequency of activities with different kinds of the nature andtype of activity in dwelling in the pandemic that has caused many changes of the meaningsand functions of occupancy rooms. Occupancy very important besides serves as theresidence also serves to do all activities due to exertion out occupancy is not currentlyallows. This report is in order to know how far the meaning change and functions of spaceon occupancy so that this research result can be used as a reference to the designers indesigning home lives in accordance with the needs now. Methods used is the explorationand identification and grouping the activities that occurs in some dwelling houses, spacesthen identification used for the activities of usually accomplished outdoors, diketahui mixing and will be of various types place, first place, two and third place, wherecombination some place typologies meaning as an activity to the fourth space. The resultobtained is that the presence of the third and fourth not prolong the problem but in fact theoccurrence of the fourth of this to solve problems and the presence of the fourth was notjust for improving the economy but also for safety sake, health and comfort
Analisis Materi Uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Jabatan Kerja Pengawas Bidang Kerja Penyedia Perumahan Euis Puspita Dewi; Siti Sujatini; Henni Henni
IKRAITH-Teknologi Vol 5 No 3 (2021): IKRAITH-TEKNOLOGI Vol 5 No 3 November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.539 KB) | DOI: 10.37817/ikraith-teknologi.v5i3.1585

Abstract

Tujuan dari penelitian tentang ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai kondisikompetensi tenaga kerja konstruksi saat ini, untuk mendukung kebijakan Pemerintah membantuKonsultan Pengawas khususnya sebagai pengguna jasa pengawasan konstruksi. Pemetaankompenasi ini nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembekalan ataupendalaman kompetensi kepada tenaga konstruksi bidang pengawasan untuk meningkatkankeahliaannya. Metode yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner berupa soal dalambentuk pertanyaan terbuka (esai) dan pilihan ganda, 70% materi teknis dan 30% materiadministratif. Hasil dari pengujian ini, sebagian besar materi test sudah dapat dijawab denganBenar (64%), namun ada beberapa soal mewakili beberapa kompetensi memiliki tingkatpenyerapan 0% yaitu kompetensi 1 tentang Daftar simak resiko kerja, Komptensi 2 tentangpenyusunan bidang-bidang pengawasan dan Kompetensi 3 tentang biaya dan nilai kontrak,Kompetensi 4 tentang kesesuaian hasil pekerjaan pada bangunan dan Kompetensi 5 tentang Daftarlist cacat pekerjaan bangunan. Evaluasi dari materi test diujikan terdiri dari beberapa hal, yaitu yaitumateri terlalu umum, perlu dipertegas lagi soal-soal yang berkaitan sangat dekat dengan pekerjaanpengawasan dan terkait langsung di lapangan, penggunaan kalimat yang diharapkan dapat dibuatlebih efisien dan mudah dipahami. Waktu yang diberikan terlalu lama (45 menit) dapat dikurangi
Penerapan Dekonstruksi dalam Perancangan Bangunan Cinema Complex di Kabupaten Garut Euis Puspita Dewi; Dena Rahmana; Siti Sujatini
IKRAITH-Teknologi Vol 6 No 1 (2022): IKRAITH-TEKNOLOGI Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.001 KB) | DOI: 10.37817/ikraith-teknologi.v6i1.1658

Abstract

The purpose of this research is to apply the concept of Deconstruction Architecture to the designof the Cinema Complex in Garut Regency. The Cinema Complex is a cinema building which isalso facilitated by other functions, so that it is accommodating to conditions that are facingrecovery towards the Covid 19 Pandemic. The world of entertainment and the community is anecessity to overcome boredom, which during the pandemic imposed restrictions on mostactivities. In Garut Regency, the existence of the Cinema Complex is something new. With the highpotential of young people, a different and up-to-date Cinema Complex design is needed. Therefore,the Deconstruction approach is very suitable to be applied in the design of the building form.Through this approach, it is expected to produce a Cinema Complex building that can become acity icon and provide passion for the community after the pandemic.
Arsitektur Tropis Adaptif Masa/Pasca Pandemi Pada Hotel Resort Di Jakarta Rizki Santoso; Siti Sujatini
IKRAITH-Teknologi Vol 6 No 3 (2022): IKRAITH-TEKNOLOGI Vol 6 No 3 November 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-teknologi.v6i3.2306

Abstract

Secara makna, kata hotel berasal dari istilah Bahasa Latin yaitu Hospitium yang mempunyai artiruangan tamu yang berada pada suatu monastery, kemudiansebutan itu mengalami metamorfosapengertian.Perencanaan dan perancangan hotel resort ini memiliki tujuan sebagai bangunan yangmemiliki konsep arsitektur tropis yang mengadaptasikan terhadap pengaplikasian di kala masa/pascapandemi.Metode analisis yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan ini ialah menggunakanmetode deskriptif dan metode komparatif, yang dimana dari metode tersebut keduanya perlu disesuaikan dengan syarat dan peraturan yang berlaku pada saat ini.Dari hasil Perencanaan danperancangan hotel resort ini menjadikan sebagai salah satu contoh dari penerapan arsitektur tropis yangadaptif terhadap keadaan pada masa/pasca pandemic yang sekarang tengah dilalui oleh seluruhmasyarakat terkhusus di Indonesia. Implementasi dari arsitektur tropis ini terlihat pada sirkulasipenghawaan yang dirancang agar dapat bersirkulasi dengan baik namun dari sisi implementasi adaptifmasa/pasca pandemic ini sangat diperlukan dalam sirkulasi udara yang baik agar tidak terciptanyapenyebaran virus melalui udara. Lalu, pada pencahayaan sangat diperlukan pada konsep arsitekturtropis dikarenakan kebutuhan pencahayaan alami untuk penerangan ruang dalam sangat berpengaruh,terlebih pada pengaplikasiannya ketika adaptif masa/pasca pandemic ini yang dimana cahaya mataharibias digunakan sebagai pengobatan atau refleksi alami bagi manusia.