Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui; 1) gambaran resiliensi anak broken home, 2) faktor penyebab resiliensi anak broken home, 3) dampak resiliensi anak broken home, 4) penanganan resiliensi anak broken home. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Siswa FWR memiliki resiliensi menengah yang ditandai dengan kemampuan regulasi emosi yang rendah dan self efficacy yang rendah. 2) Faktor penyebab FWR memiliki resiliensi menengah berasal dari faktor internal I am. FWR menunjukkan rasa kurang percaya diri pada kemampaun yang dimiliki dan sifat pemalu. Sehingga itu juga memengaruhi cara dia berinteraksi dengan orang lain dan sulit untuk mengatasi masalahnya sendiri. (3) Dampak dari resiliensi menengah FWR yaitu sifatnya kurang terbuka. Subjek FWR tidak mudah bercerita dengan orang lain, sehingga ia memilih untuk diam dan memendam masalahnya sendiri. (4) Penanganan resiliensi menengah pada FWR menggunakan konseling realita teknik WDEP. Tujuan pemberian konseling realita untuk meningkatkan resiliensi menengah yang dimilikinya. Setelah diberikan perlakuan, subjek FWR secara perlahan dapat menerapkan tindakan dan perencanaan yang telah dibuat untuk menggapai tujuannya serta memenuhi kebutuhannya.
Copyrights © 2025