Akhmad Harum
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Building Emotional Regulation and Self-Efficacy: The Role of Reality Counseling in Strengthening Resilience in Children from Broken Homes Amaliah, Sri Rezeqi; Sahril Buchori; Akhmad Harum; Tsuan Ming Chang
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 8 No. 1 (2025): September
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijolec.v8i1.2754

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui; 1) gambaran resiliensi anak broken home, 2) faktor penyebab resiliensi anak broken home, 3) dampak resiliensi anak broken home, 4) penanganan resiliensi anak broken home. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Siswa FWR memiliki resiliensi menengah yang ditandai dengan kemampuan regulasi emosi yang rendah dan self efficacy yang rendah. 2) Faktor penyebab FWR memiliki resiliensi menengah berasal dari faktor internal I am. FWR menunjukkan rasa kurang percaya diri pada kemampaun yang dimiliki dan sifat pemalu. Sehingga itu juga memengaruhi cara dia berinteraksi dengan orang lain dan sulit untuk mengatasi masalahnya sendiri. (3) Dampak dari resiliensi menengah FWR yaitu sifatnya kurang terbuka. Subjek FWR tidak mudah bercerita dengan orang lain, sehingga ia memilih untuk diam dan memendam masalahnya sendiri. (4) Penanganan resiliensi menengah pada FWR menggunakan konseling realita teknik WDEP. Tujuan pemberian konseling realita untuk meningkatkan resiliensi menengah yang dimilikinya. Setelah diberikan perlakuan, subjek FWR secara perlahan dapat menerapkan tindakan dan perencanaan yang telah dibuat untuk menggapai tujuannya serta memenuhi kebutuhannya.
Intervensi Psikologis untuk Mengurangi Perilaku Cat Calling Berbasis Maskulinitas Hegemonik Syalechya Amani Fatihah; Aswar, Aswar; Akhmad Harum
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 7 No. 3 (2026): April
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v7i3.3400

Abstract

Fenomena cat calling kerapkali dilakukan oleh siswa laki-laki terhadap siswa perempuan yang tampak meresahkan dan berdampak buruk bagi keseimbangan ekosistem akademik di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi akar masalah pelaku cat calling, dampak psikososial bagi korban dan mencari-temukan intervensi psikologis dan bimbingan yang tepat bagi pelaku dan korban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus klinis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa pelaku melakukan cat calling dikarenakan merasa superior, haus akan validasi teman sebaya, ketidakmampuan mengontrol impuls negatif dan minimnya empati, sementara korban memiliki rasa takut, kecemasan sosial, penurunan harga diri dan pembatasan ruang gerak di area sekolah. Adapun intervensi yang dipilih-tetapkan dalam upaya mengurangi perilaku cat calling dan meningkatkan kesehatan mental adalah menggunakan teknik restrukturisasi kognitif dan bimbingan kesetaraan gender.
Bimbingan dan Konseling Belajar Berbasis Project-Based Learning dan Case Method Latif, Suciani; Akhmad Harum; Akbar Na’im Fadhlillah
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 7 No. 3 (2026): April
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v7i3.3405

Abstract

This study aims to develop a learning guidance and counseling textbook based on Project-Based Learning (PjBL) and Case Method. The study employed a Research and Development approach using the ADDIE model, focusing on the development and evaluation stages. The product consists of a 23-chapter textbook integrating theoretical foundations, practical guidance, authentic projects, case analysis, student worksheets, and digital learning support. Product practicality was evaluated through expert judgment and student responses. The results showed that the textbook was categorized as very practical, with an expert assessment score of 91.0% and student responses of 86.6%. These findings indicate that the developed textbook is relevant, easy to use, and supports active learning in guidance and counseling education. The study highlights the importance of structured teaching materials that integrate project-based and case-based learning approaches.
ANALISIS LUKA EMOSIONAL DAN RESILIENSI PSIKOLOGIS DALAM NOVEL BROKEN STRINGS: PERSPEKTIF TANPA ROMANTISASI DAN IMPLIKASINYA BAGI BIMBINGAN DAN KONSELING Putri Ayu, Siska; Akhmad Harum; Aswar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47308

Abstract

This study aims to analyze emotional wounds and psychological resilience in the novel Broken Strings by Aurellie from a non-romanticization perspective, as well as to examine its implications for guidance and counseling. The study employed a qualitative approach using qualitative content analysis. The data consisted of textual excerpts from the novel representing emotional wounds, toxic relationships, psychological impacts, and resilience processes. Data were collected through document study with in-depth reading, while data analysis was conducted through thematic categorization and interpretation based on psychological and guidance and counseling perspectives. The findings reveal that emotional wounds in the novel stem from insecure family relationships and toxic interpersonal relationships, which lead to feelings of helplessness, fear, and emotional numbness. However, the main character demonstrates a process of resilience through self-awareness, assertiveness, social support, and the ability to reframe experiences adaptively. This study emphasizes the importance of a non-romanticization perspective in understanding emotional wounds and highlights its implications for guidance and counseling in strengthening emotional literacy, promoting healthy relationships, and developing psychological resilience.