Tingkat malnutrisi balita secara global masih menjadi masalah serius. WHO melaporkan jutaan anak balita mengalami severe wasting pada tahun 2024. Di Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu, masalah gizi balita tetap menjadi tantangan dan cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh status pekerjaan ibu dan dukungan suami terhadap status gizi balita di Kota Palu. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional dengan sampel 78 ibu yang memiliki anak balita dipilih melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran antropometri anak sesuai standar WHO, kemudian dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square (α=0,05). Hasil menunjukkan bahwa dukungan suami berpengaruh signifikan terhadap status gizi balita, anak dari ibu tanpa dukungan suami lebih banyak mengalami gizi kurang (56,7%) dibanding yang mendapat dukungan (16,7%) (p<0,001; PR=3,40). Status pekerjaan ibu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p=0,550). Temuan ini menekankan pentingnya keterlibatan suami dalam upaya pemenuhan gizi anak. Diperlukan kebijakan ramah keluarga dan strategi peningkatan peran aktif suami dalam mendukung kesehatan gizi balita.
Copyrights © 2025