Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025

Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik yang Diajar Menggunakan Model Problem Based Learning dengan Discovery Learning pada Pembelajaran Biologi (Studi Eksperimen Materi Ekosistem di SMA Negeri 6 Medan)

Hasibuan, Mardhiyah Riswan (Unknown)
Edi, Syahmi (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Sep 2025

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting abad 21 yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi kompleksitas permasalahan dalam kehidupan nyata. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih rendah akibat dominasi model pembelajaran yang hanya berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan model Discovery Learning (DL) pada materi ekosistem di SMA Negeri 6 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design, yang melibatkan dua kelas X sebagai sampel penelitian. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMAN 6 Medan, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling, terdiri atas dua kelas: kelas eksperimen I menggunakan model problem based learning dan kelas eksperimen II menggunakan model discovery learning. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah tes berbentuk esai, lembar observasi berpikir kritis dan lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen. Hasil pre test menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama, dengan nilai signifikansi 0,145 > 0,05, sehingga H? diterima. Namun, hasil post test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Nilai rata-rata post-test kelas problem based learning adalah 81,66, sedangkan kelas discovery learning adalah 75,06. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) < 0,001< 0,05, yang berarti H? ditolak dan H? diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan, di mana peserta didik yang diajar menggunakan model problem based learning memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang diajar menggunakan model discovery learning.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

pelita

Publisher

Subject

Chemistry Education Mathematics Physics Social Sciences

Description

Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, ...