Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan jenis produk hortikultura yang rentan mengalami kerusakan. Tomat termasuk juga buah klimaterik yang akan meningkatkan laju respirasi ketika memasuki fase pematangan karena produksi gas etilen yang akan meningkat. Proses pematangan yang cepat ini akan memberikan pengaruh terhadap metabolisme buah, umur simpan tomat menjadi pendek, dan menurunkan kualitas buah tomat. Untuk mengurangi kerusakan pada buah buah tomat diperlukan kegiatan pascapanen yang tepat untuk menjaga kualitas dari produk hortikultura salah satunya adalah suhu penyimpanan buah tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan. Perlakuan penyimpanan tomat pada suhu ruang (28-29oC) dan suhu rendah (10-12 oC) yang disimpan selama 12 hari. Penelitian ini bertujuan unuk mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan tomat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mutu dan kualitas tomat pada suhu penyimpanan yang berbeda baik pada uji organoleptik pada karakter fisik maupun karakter fisiologi buah tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan rendah dapat menekan pecah warna tomat, menjaga kadar vitamin C dan kadar gula, sedangkan suhu ruang meningkatkan pecah warna tomat skala 5 (merah) dan peningkatan kadar asam buah.
Copyrights © 2025