Penelitian ini menganalisis pengaruh pembelajaran IPS berbasis budaya lokal dan pendekatan berdiferensiasi terhadap peningkatan karakter dan kesadaran multikultural siswa di SMAN 21 Medan. Metode kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan analisis regresi ganda pada sampel 84 siswa kelas IPS. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap karakter siswa (β = 0,441; p 0,001) dan kesadaran multikultural (β = 0,531; p 0,001), sementara pendekatan berdiferensiasi berpengaruh signifikan terhadap karakter (β = 0,300; p = 0,005), tetapi tidak signifikan terhadap kesadaran multikultural (β = 0,176; p = 0,100). Temuan mengonfirmasi pentingnya integrasi kearifan lokal sebagai cultural scaffold dalam kurikulum IPS, sementara pendekatan berdiferensiasi perlu dioptimalkan melalui pelatihan guru dalam desain asesmen multikultural. Implikasi penelitian mencakup rekomendasi pengembangan modul kolaboratif berbasis proyek dan peningkatan kapasitas guru dalam pembelajaran kontekstual.
Copyrights © 2025