Anak tunagrahita memiliki berbagai keterbatasan, baik dalam fungsi intelektual maupun fungsi adaptifnya. Keterbatasan ini membuat orang tua menjadi cemas terhadap masa depan dan tingkat kemandirian anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB (Sekolah Luar Biasa) BC Multahada. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua (ayah/ibu/wali/pengasuh utama di rumah) yang memiliki anak tunagrahita di SLB BC Multahada dengan jumlah sebanyak 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Penn State Worry Questionnaire versi Indonesia yang memiliki nilai validitas, yaitu: 0,75 sampai 0,80; dan nilai reliabilitas 0,88. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah responden mengalami kecemasan sedang diikuti kecemasan ringan. Lalu sebagian kecil mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil lagi tidak mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kecemasan yang dirasakan orang tua akan berdampak terhadap dirinya maupun anaknya. Apabila kecemasan ini tidak segera ditangani nantinya akan berkembang menjadi lebih buruk. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan orang tua adalah jenis kelamin, status pekerjaan, usia, pendidikan, derajat tunagrahita, dan usia anak
Copyrights © 2025