Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran matematika yang kontekstual dan relevan dengan lingkungan budaya peserta didik. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun soal matematika berbasis budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika, serta membangun komunitas profesional guru sebagai sarana berbagi praktik baik dan pengembangan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahapan, yaitu sosialisasi dan identifikasi kebutuhan guru, pelatihan intensif penyusunan soal berbasis budaya lokal, penerapan teknologi pembelajaran, pendampingan implementasi di kelas, dan strategi keberlanjutan melalui komunitas guru dan penyusunan modul lanjutan. Kegiatan ini melibatkan 34 guru mitra dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika Kabupaten Maros. Dari jumlah tersebut, 10 guru terlibat aktif dalam proses evaluasi penyusunan soal dan implementasi di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh guru mampu menyusun 2–3 soal berbasis etnomatematika, dengan aspek kesesuaian budaya dan integrasi materi matematika memperoleh skor tertinggi. Sementara itu, siswa menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap soal yang berbasis budaya lokal, yang berdampak positif terhadap motivasi dan pemahaman mereka dalam pembelajaran. Komunitas guru etnomatematika terbentuk dengan partisipasi penuh, dan modul digital telah dibagikan kepada seluruh peserta untuk mendukung pembelajaran mandiri. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memperkuat keterlibatan guru dalam membangun pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan bermakna, serta memperluas partisipasi masyarakat pendidikan melalui kolaborasi budaya dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2025