ABSTRAK Upaya penurunan angka stunting di Indonesia memerlukan kolaborasi lintas sektor serta program yang menyentuh akar permasalahan. Salah satu strategi penting adalah edukasi tentang gizi seimbang dan pemantauan penerapannya di masyarakat. Kader posyandu memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat, khususnya ibu balita, untuk menerapkan prinsip-prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam menjelaskan empat pilar gizi seimbang dan menaksir porsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) balita. Mitra kegiatan ini adalah Posyandu di wilayah Kelurahan Padasuka Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 dengan peserta sebanyak 20 orang ketua kader posyandu. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan dan koordinasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan edukasi menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dan simulasi praktik. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan mengukur peningkatan pengetahuan peserta menggunakan formulir pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai sebesar 32,3 poin, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 60,0 dan post-test sebesar 92,3. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukatif yang disertai simulasi dapat meningkatkan pemahaman kader secara signifikan. Peningkatan kapasitas kader ini diharapkan berdampak positif dalam mendukung penerapan gizi seimbang dan pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kata kunci: Kader Posyandu; MPASI; Standar Porsi; Stunting ABSTRACTEfforts to reduce stunting in Indonesia require cross-sectoral collaboration, including community-based nutrition education. Posyandu cadres play a strategic role in assisting mothers of toddlers to apply the principles of balanced nutrition, particularly in fulfilling complementary feeding (MP-ASI). This community service program aimed to strengthen the capacity of posyandu cadres in explaining the four pillars of balanced nutrition and in estimating appropriate MP-ASI portions for toddlers. The program was conducted in May 2025 in collaboration with Posyandu at Padasuka Village, Ciomas District, Bogor Regency, West Java, with 20 head cadres as participants. Educational activities were delivered through lectures, interactive discussions, and practical simulations. Knowledge evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments. The results showed an average score increase of 32.3 points, from 60.0 to 92.3 (equivalent to a 53.8% improvement). These findings indicate that practice-based education significantly improved cadres’ understanding. Enhanced cadre capacity is expected to support the application of balanced nutrition principles and contribute to stunting prevention at the community level. Furthermore, this program has the potential to be replicated in other posyandu areas as a sustainable approach to improving maternal and child nutrition. Keywords: Complementary Feeding; Portion Standards; Cadres; Stunting
Copyrights © 2025