Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Konsumsi Buah dan Sayur di Rw 003 Kelurahan Benda Baru Pamulang Sebagai Upaya Pencegahan Tuberkolosis Fini Fajrini; Ade Akhmad Bukhori; Adzhani Khanza Ramadhani; Fara Sulti Nadya; Hani Nur Syarifah; Isna Indah Sari; Maulida Fitria
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.2.1.37-42

Abstract

Di Indonesia pemberantasan penyakit tuberkulosis telah dimulai sejak tahun 1950 dan sesuai rekomendasi WHO sejak tahun 1986 regimen pengobatan yang semula 12 bulan diganti dengan pengobatan selama 6-9 bulan. Pemerintah sudah sangat serius memperhatikan masalah TBC, dengan memberikan bantuan berupa pemberian obat TBC secara gratis. Namun faktanya, efektifitas pengobatan yang dilakukan oleh penderita TBC masih rendah. Tingkat kesembuhan penderita tuberkulosis adalah sebesar 85,30%, dengan tingkat kesukaan buah sebanyak 84%. Namun intensitas responden dalam mengkonsumsi buah hanya sebesar 68% dan tingkat konsumsi buah hanya sebesar 65,30%, serta tingkat keteraturan konsumsi buah saat menderita tuberkulosis hanya sebesar 67,30%. Berdasarkan hasil Musyawarah Masyarakat Desa, masyarakat sepakat untuk memilih TBC untuk menjadi acuan intervensi program. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan ini mengangkat tema “Ayo Konsumsi Buah dan Sayur untuk Putus Tali Penularan TBC.” Penyuluhan kesehatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2020 di Mushola AR-Rahman RT 04 RW 003. Dihadiri oleh 30 orang terdiri dari lapisan masyarakat dari RW 003 Kelurahan Benda Baru. Berdasarkan hasil perhitungan pre-test dan post-test, didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan masyarakat terkait manfaat buah dan sayur untuk penyakit Tuberkolosis antara sebelum dan setelah diberikan penyuluhan. Disarankan agar kebiasaan maka buah dan sayur bisa menjadi kebiasaan di tengan masyarakat.---In Indonesia the eradication of tuberculosis has been started since 1950 and according to WHO recommendations since 1986 the treatment regimen that was originally 12 months replaced with treatment for 6-9 months. The government has been very serious about paying attention to the TBC problem, by providing assistance in the form of giving free TBC medicines. But in fact, the effectiveness of treatment carried out by people with TBC is still low. It was found that the cure rate of tuberculosis patients was 85.30%, with a fruit preference rate of 84%. But the intensity of respondents in consuming fruit was only 68% and the level of fruit consumption was only 65.30%, and the level of regularity of fruit consumption when suffering from tuberculosis was only 67.30%. Based on the results of the Village Community Conference, the community agreed to choose TBC as a reference for program intervention. Community Service is carried out in the form of counseling with the theme "Let's Eat Fruits and Vegetables to Break the Rope of TBC Transmission." This health education was held on Saturday, February 15, 2020 at Mushola AR-Rahman RT 04 RW 003. Attended by 30 people consisting of people from RW 003 Benda Baru Village. Based on the results of the pre-test and post-test calculations, it was found that there was an increase in community knowledge related to the benefits of fruits and vegetables for tuberculosis between before and after counseling. It  is suggested that the habbit of fruit and vagetables can become a habit among the people.
PEMANTAUAN PENGENDALIAN VEKTOR PADA SANTRI SEBAGAI UPAYA PENGGERAK PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PONPES SABILUNNAJAT Fini Fajrini; Ernyasih Ernyasih; Lintang Anindita Putri
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.1.1.41-44

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah seperangkat perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran akan hasil belajar yang membuat seseorang atau keluarga dapat membantu diri mereka sendiri di sektor kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2011). Tingkat kesehatan anak saat ini tidak dapat dikatakan baik, karena masih ada masalah kesehatan, terutama pada anak-anak usia sekolah. (Syah, 2019) Dalam survei pengabdian masyarakat ini dilakukan pemantauan pengendalian vektor pada santri sebagai salah satu upaya untuk menggerakan perilaku hidup bersih dan sehat di Pondok Pesantren Sabilunnajat Ciamis. Metode yang digunakan yaitu memberikan kuesioner kepada santri Pondok Pesantren Sabilunnajat pada 21-23 Februari 2020 tentang pengendalian vektor. Dari hasil pemantauan didapatkan 10,2% santri tidur tidak menggunakan kelambu berinsektisida namun hanya 12,2% yang menggunakan kelambu berinsektisida selama 3 tahun dan hanya 11,6% yang telah menggunakan kelambu berinsektisida lebih dari 3 tahun. Kemudian hanya 24,4% yang menggunakan replen/bahan pencegahan gigitan nyamuk dan hanya 9,1% menggunakan alat basmi nyamuk elektrik. Diharapkan pihak manajemen dapat membuat kebijakan untuk meningkatkan kesadaran siswa/santri sehingga mereka dapat hidup bersih dan sehat, sehingga dapat mencegah siswa dari berbagai penyakit berbasis vektor.---Clean and healthy living behavior is a set of behaviors that is practiced on the basis of awareness of learning outcomes that make a person or family can help themselves in the health sector and play an active role in realizing public health (Health, 2011). The current level of children's health cannot be said  to  be  good,  because  there  are  still  healthproblems,  especially  in  school-age  children.  (Shah, 2019)  In  this  survey  of  community  service,  vector  control  was  monitored  on  students  as  an effort  to drive  clean and healthy  living behavior  in the  Sabilunnajat Islamic  Boarding School in Ciamis.  The method used is giving questionnaires to Sabilunnajat Islamic Boarding School students on February 21-23,  2020  about  vector  control.  From  the  monitoring  results,  10.2%  of  the  students  did  not  use insecticide-treated  bednets,  but  only  12.2%  used  insecticide-treated  bednets  for  3  years  and  only 11.6% had used insecticide-treated bednets for more than 3 years. Then only 24.4% used a mosquito bite  prevention  material  and  only  9.1%  used  an  electric  mosquito  exterminator.  It  is  hoped  that  the management can make policies to increase student / student awareness so that they can live clean and healthy, so as to prevent students from various vector-based diseases.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAMPAH BERBASIS 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) PADA SANTRI DI PESANTREN SABILUNNAJAT, CIAMIS Ernyasih Ernyasih; Fini Fajrini; Leandra Binar Elyasa; Qodimah Alfiana
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.1.1.16-22

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah sampah maka diperlukan pengolahan sampah yang benar. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Santri di pondok pesantren Sabilunnajat belum memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle. Maka dari itu kami pengadakan edukasi pengolahan sampah yang diasistensi oleh mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat fakultas kesehatan masyarakat universitas muhammadiyah Jakarta. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan santri mengenai pengolahan sampah dan dapat menerapkannya dilingkungan pesantren. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pendampingan mengenai pengolahan sampah. Hal ini mendapat respon yang baik dan positif dari guru dan santri karena sangat berguna bagi santri agar mengetahui tentang pengolahan sampah yang benar dan mempraktikan dalam lingkungan pesantren.---Increasing the amount of waste requires correct waste management. In accordance with Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 81 Year 2012 concerning Management of Household Waste and Similar Household Waste. Islamic Student in Sabilunnajat boarding school do not have knowledge about waste management based on reduce, reuse, recycle. Therefore, we organize waste management education which is assisted by students majoring in public health, Faculty of Public Health, Muhammadiyah University, Jakarta. The aim is to increase students' knowledge about waste management and be able to apply it to the pesantren environment. The method used in this activity is counseling and assistance regarding waste management. This gets a good and positive response from teachers and students because it is very useful for students to know about correct waste management and practice in the pesantren environment
GAMBARAN SISTEM PELAKSANAAN PENERAPAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN DI RS MUHAMMADIYAH TAMAN PURING TAHUN 2019 Fanny Shafitri; Noor Latifah A; Fini Fajrini; Suherman Suherman; Dihartawan Dihartawan; Aragar Putri
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): Annur:Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nur, 1, 2, 185 - 200

Abstract

Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di RS Muhammadiyah Taman Puring masih belum optimal, hal ini berdampak pada pasien atau pengunjung di rumah sakit kekurangan informasi mengenai kesehatan. Pentingnya media informasi sebagai alat untuk merubah pola fikir pasien atau pengunjung untuk berperilaku hidup sehat, maka perlu sebuah strategi dan inovasi dalam pelaksanaan media promosi kesehatan di RS Muhammadiyah Taman Puring. Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaran sistem pelaksanaan penerapan media promosi kesehatan dalam kegiatan Promosi kesehatan di RS Muhammadiyah Taman Puring Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dan desain penelitian yang digunakan yaitu desain studi deskriptif observasional dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview), observasi langsung dengan pengisian checklist dan dokumetasi berupa foto serta telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa hampir Seluruh ruangan di RS Muhamadiyah Taman Puring sudah tersedia media PKRS berupa leaflet, poster, banner dan TV Hospital dan di tempatkan di ruang Costumer Service, poliklinik, di ruang pelayanan fisioterapi, Bliing Rawat Inap, Mading Lorong menuju RS dan di ruang tunggu pasien. Namun tidak tersedianya media promosi kesehatan di ruang pendaftaran, di ruang laboratorium, di ruang rontgen dan di ruang obat/ apotik. Adanya komitmen direksi, unit PKRS, dana, lokasi media PKRS, tersedianya sarana dan peralatan, kegiatan pemasangan media PKRS, kondisi media PKRS dan media PKRS di RS Muhamamdiyah Taman Puring sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 004 tahun 2012. Perlu adanya ruang tersendiri bagi media PKRS di RS Muhammadiyah Taman Puring khususnya untuk ruang pendaftaran, laboratorium, rontgen dan ruang obat atau apotik.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRESS PARA PEKERJA DI PERCETAKAN KOTA CIPUTAT TAHUN 2021 Fini Fajrini; Sahar Sakinah; Noor Latifah; Nur Romdhona; Andriyani Andriyani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 2, No 2 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.2.2.155-162

Abstract

Stress adalah keadaan dimana seseorang mengalami tekanan pada dirinya yang berasal dari dunia luar batas kemampuan seseorang. Sedangkan stress kerja adalah keadaan dimana seseorang mengalami tekanan atau merasa tertekan baik fisik maupun psikis yang dialami di tempat kerja. Menurut International Labour Organization (ILO) setiap tahun di berbagai survey yang dilakukan di Eropa, Amerika Serikat, sekitar dua pertiga hingga setengah dari pekerja yang di survey menyatakan bahwa mereka mengalami stress terkait kerja. Lebih dari 32 % pekerja di Jepang melaporkan kegelisahan dan stress berlebihan ditempat kerja, sementara 20 % pekerja di Korea melaporkan tekanan dan beban kerja yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja di percetakan kota ciputat tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei 2021 dengan menggunakan desain cross sectional. sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 80 responden. Analisis dilakukan secara bivariat melalu uji chi-square. Sebanyak 50 % pekerja mengalami stress kerja. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara Beban Kerja (p=0,286), Lingkungan Kerja (p=0,286), Konflik Peran (p=0,721).
Analisis Hubungan antara Pengetahuan, Psikologi dan Pengalaman bersalin Ibu dengan Pemilihan Proses PersalinanNormal atau Caesarea Pada Pasien Melahirkan di RSIA Hermina Ciputat Fini Fajrini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.462 KB) | DOI: 10.24853/jkk.12.2.121-128

Abstract

Persalinan bisa berjalan secara normal, namun sekarang tidak jarang dilakukan dengan caesar. Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi dengansempurna. Penelitian ini bertujuan melihat faktor yang paling berhubungan dengan pemilihan proses persalinan. Jenis penelitian ini adalah cross sectional, menggunakan data primer dengansampel 104 responden, dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Penelitian didapatkan 54% pasien melahirkan dengan proses persalinan caesar dan 46% melahirkan dengan proses persalinan normal. Faktor yang berhubungan dengan pemilihan proses persalinan adalah pengalaman bersalin sebelumnya yaitu p=0,002, komplikasi kehamilan p=0,021, komplikasi persalinan p=0,034 dan psikologi ibu 0,001. Dari hasil analisis multivariat dari 4 variabel tersebut diatas yang signifikan, variable pengalaman melahirkan sebelumnya yang paling berpengaruh terhadap pemilihan proses persalinan.Kata Kunci: Pemilihan proses persalinan
Analisis Faktor Rekam Medis yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Kartini Jakarta Erny Asih; Dina Aslamiyah; Suherman Suherman; Fini Fajrini; Dadang Herdiansyah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.17.2.203-209

Abstract

Anemia pada kehamilan adalah keadaan ibu dengan Hb < 11gr% pada trimester pertama dan ketiga, kurang dari 10,5 gr% pada trimester kedua. Anemia pada kehamilan memiliki efek berbahaya pada janin dan ibu hamil. Dari kejadian anemia tahun 2017 di Rumah Sakit Kartini, sebanyak 315 ibu hamil yang mengalami anemia, 105 diantaranya mengalami abortus, 32 diantaranya mengalami prematur, 23 diantaranya mengalami partus lama, 46 mengalami infeksi postpartum, dan 109 responden pernah transfusi darah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di RS Kartini Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasinya adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan dengan sampel sebanyak 97 responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat (Chi Square). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan 35,1% ibu hamil mengalami anemia dan 64,9% tidak anemia. Uji Chi Square menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan yaitu usia ibu (p = 0,017), paritas (p = 0,033), usia kehamilan (p = 0,046), pendidikan (p = 0,003), dan tidak ada hubungan yang signifikan yaitu status gizi (p = 0,407), dan tempat tinggal (p = 0,719). Ada hubungan bermakna antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan pendidikan yang mempengaruhi ibu selama kehamilan dengan kejadian anemia gizi besi. Selalu konsumsi makanan tinggi zat besi dan sebaiknya selama kehamilan terutama untuk wanita usia 20-35 tahun.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada Pasien RSIJ Sukapura Tahun 2018 Fini Fajrini; Nur Rizki Octaviana; Noor Latifah A
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.914 KB) | DOI: 10.24853/jkk.15.2.161-169

Abstract

Program Jaminan Kesehatan dijalankan secara nasional dengan prinsip asuransi sosial, prinsip equitas dan sistemnya berupa sistem gotong royong dimana peserta mampu dan sehat akan membantu peserta yang miskin dan sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada pasien rawat jalan di RSIJ Sukapura Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2018 dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 responden. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p value pada variabel umur (p=0,492), jenis kelamin (p=0,118), pendidikan (p=0,083), pekerjaan (p=0,083), jumlah anggota keluarga (p=0,732), status kepesertaan (p=0,014), dan pengetahuan (p=0,033). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan, status kepesertaan, dan pengetahuan dengan penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada pasien rawat jalan di RSIJ Sukapura. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jumlah anggota keluarga.Kata Kunci: Rumah Sakit, Rawat Jalan, Jaminan Kesehatan Nasional BPJS 
Strategi Bauran Pemasaran Rumah Sakit di Era Covid-19 (Study Rumah Sakit X) Fini Fajrini; Andriyani Andriyani; Suherman Suherman; Noor Latifah; Dadang Herdiansyah; Nur Romdhona; Ernyasih Ernyasih
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.113-122

Abstract

Pandemi Covid-19 mengubah banyak perilaku konsumen yang mengakibatkan berbagai macam bisnis menjadi anjlok, tak terkecuali rumah sakit. Hal ini berpengaruh pada biaya pemasukan penerimaan dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi bauran pemasaran Rumah Sakit X di Era Covid 19. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dilaksanakan di RS X dan informan penelitian ini adalah manajer marketing unit pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai dengan Oktober 2020. Hasil penelitian yang didapatkan pada faktor produk, RS X sudah melakukan dengan pelayanan drive thru, faktor harga RS X memiliki sistem virtual account dan juga bisa menggunakan jasa pembayaran lain, faktor promosi RS X merubah metode marketing ke versi digital, faktor petugas telah menggunakan APD sesuai protokol dan jika pasien membutuhkan perawatan rawat inap RS X akan memisahkan antara pasien covid dan tidak covid, faktor fasilitas fisik lokasi RS X berada di lokasi strategis walaupun banyak pelayanan kesehatan lain di wilayah tersebut. Strategi bauran pemasarran RS yang dilakukan RS X ini bisa menjadi bahan rujukan atau referensi RS lain untuk bisa survive di tengah badai Covid yang melanda dunia.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Peserta Mandiri Membayar Iuran BPJS di Kelurahan Benda Baru Noor Latifah; Wafa Nabila; Fini Fajrini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 2 (2020): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.16.2.84-92

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merupakan badan penyelenggara yang kepesertaannya bersifat wajib sebagaimana tertuang dalam UU No.40 Tahun 2004. Di wilayah Banten, Kota Tangerang Selatan menduduki peringkat ke-2 sebagai wilayah dengan peserta BPJS terbanyak memiliki tunggakan dalam pembayaran BPJS di mana Kecamatan Pamulang memiliki jumlah tunggakan tertinggi yaitu 32.484 jiwa dan Kelurahan Benda Baru memiliki jumlah tunggakan tertinggi sebesar 4.586 jiwa. Iuran sangat berpengaruh terhadap kelancaran berjalannya BPJS Kesehatan agar tidak terjadi defisit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang Memengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS di Kelurahan Benda Baru. Penelitian dilakukan di Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan pada bulan Juli-Agustus Tahun 2019. Sampel yang diambil adalah peserta BPJS mandiri sebanyak 102 orang. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan  teknik pengambilan data purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS (p-value = 0,000). Perlu adanya sosialisasi secara rutin dari petugas BPJS Kesehatan mengenai informasi pembayaran iuran tepat waktu.