Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model Teams Games Tournament (TGT) berbasis budaya lokal Mpa’a Benteng terhadap keterampilan interpersonal siswa sekolah dasar. Latar belakangnya adalah pentingnya pendekatan kontekstual dan kolaboratif untuk mengoptimalkan interaksi sosial siswa. Model TGT dipadukan dengan unsur budaya lokal guna memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan efektivitas pembelajaran. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT berbasis budaya lokal berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan interpersonal, khususnya komunikasi, kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi budaya lokal dengan pembelajaran kooperatif yang didukung teknologi asistif sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pedagogis berbasis budaya yang kolaboratif dan kontekstual dapat menjadi alternatif inovatif untuk pengembangan kompetensi sosial siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Copyrights © 2025