Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan fungsi tradisi injak telur dalam adat pernikahan masyarakat Suku Jawa sebagai bentuk komunikasi budaya dan pendidikan sosial. Tradisi ini melibatkan prosesi di mana mempelai laki-laki menginjak telur hingga pecah, diikuti oleh mempelai perempuan yang membersihkan kakinya. Simbolisme tradisi ini mencakup harapan akan kelahiran keturunan, kerja sama dalam membangun rumah tangga, dan keharmonisan hubungan suami-istri. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan analisis deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen, hasil wawancara, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi injak telur tidak hanya menjadi bagian penting dari adat pernikahan, tetapi juga berfungsi sebagai media pendidikan sosial yang mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab, saling menghormati, dan komunikasi efektif dalam keluarga. Selain itu, tradisi ini telah meluas dari Pulau Jawa ke berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan adaptasi budaya dalam masyarakat multietnis. Temuan ini mempertegas peran tradisi sebagai sarana komunikasi dan pendidikan yang relevan dalam kehidupan masyarakat modern
Copyrights © 2024