Artikel ini mengkaji transformasi organisasi pesantren dari era kolonial hingga era globalisasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Fokus utama terletak pada sejarah lahirnya pesantren, konsep awal sebagai lembaga pendidikan Islam, peran strategisnya dalam pendidikan dan organisasi sosial, serta eksistensinya di tengah arus globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas tradisionalnya. Organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menjadi contoh bagaimana pesantren berperan dalam membentuk sistem pendidikan Islam nasional yang moderat dan berdaya saing. Pesantren terbukti sebagai institusi pendidikan yang holistik, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga membina karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Dengan demikian, pesantren memiliki kontribusi besar sebagai agen transformasi sosial dan spiritual dalam pembangunan peradaban Islam di Indonesia.
Copyrights © 2025