Di era digital pasca pandemi COVID-19, literasi digital dan keterampilan abad 21 menjadi kunci dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi. Peralihan ke pembelajaran daring menuntut dosen tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membimbing mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi literasi digital dosen Universitas Muhammadiyah Jambi di era new normal, menilai efektivitas inovasi pembelajaran digital terhadap keterampilan abad 21 mahasiswa, serta menganalisis tantangan implementasinya. Studi ini menawarkan model pembelajaran berbasis konstruktivisme dan project-based learning yang adaptif dan inklusif, dengan pemanfaatan platform digital untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam pemecahan masalah nyata. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran digital berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi digital dan keterampilan dosen maupun mahasiswa. Kepercayaan diri dan self-efficacy dalam penggunaan teknologi terbukti mendukung keberhasilan pembelajaran, memperkuat kemampuan analitis, kolaborasi, dan kemandirian belajar. Namun, tantangan masih ditemukan, terutama terkait kebutuhan pendampingan mahasiswa serta keterbatasan pelatihan bagi dosen dalam mengintegrasikan teknologi. Meski begitu, penggunaan platform digital seperti LMS dan modul daring terbukti efektif dalam mendukung pengelolaan pembelajaran yang lebih sistematis
Copyrights © 2025