Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan pelatih dengan tingkat stres atlet sepak bola grassroot. Variabel gaya kepemimpinan yang diteliti meliputi otoriter, demokratis, people centered, dan task oriented. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasional. Sampel terdiri dari 15 atlet berusia 12 tahun di Three F Academy, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket gaya kepemimpinan dan skala stres (Perceived Stress Scale) yang telah dimodifikasi dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otoriter memiliki hubungan yang signifikan dan korelasi negatif kuat terhadap stres atlet (r = -0,617; p = 0,014). Sementara itu, gaya demokratis, people centered, dan task oriented tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otoriter dapat menurunkan stres pada atlet usia dini dalam konteks tertentu. Penelitian ini merekomendasikan pelatih agar mempertimbangkan pendekatan kepemimpinan yang adaptif terhadap karakteristik atlet usia dini untuk menciptakan lingkungan latihan yang kondusif secara psikologis.
Copyrights © 2025