Sebagian besar pasien memiliki praktik perawatan diri yang rendah. Meskipun pasien memiliki sikap positif terhadap perawatan diri diabetes, hampir setengah dari pasien memiliki pengetahuan yang buruk tentang diabetes dan praktik perawatan diri. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas dan religiusitas dengan kemampuan perawatan diri penderita DM Tipe II. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 120 orang dan jumlah sampel sebanyak 30 orang penderita DM Tipe II dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Proporsi Binominal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan kemampuan perawatan diri (nilai P 0,000 < 0,05), dengan nilai eksponen B sebesar 4,009 yang berarti variabel spiritualitas dapat mempengaruhi kemampuan perawatan diri sebesar 4%. Religiusitas mempunyai hubungan dengan kemampuan perawatan diri (nilai P 0,008 < 0,05), dengan nilai eksponen B sebesar 2,847 yang berarti variabel Religiusitas berpengaruh terhadap Kemampuan Perawatan Diri sebesar 2,847%. Secara bersama-sama variabel spiritualitas dan religiusitas mampu mempengaruhi kemampuan perawatan diri sebesar 6,91%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara spiritualitas dan religiusitas dengan kemampuan perawatan diri pada pasien DM Tipe II. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, tenaga kesehatan lebih giat dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang aspek spiritualitas dan religiusitas kepada pasien DM Tipe II.
Copyrights © 2024