Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar kontekstual di tingkat sekolah menengah pertama. Potensi lokal, seperti pertanian, kerajinan, dan budaya tradisional, menjadi sarana pembelajaran yang autentik dan relevan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL berbasis potensi lokal mampu meningkatkan kemandirian, kreativitas, dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini memperkuat hubungan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan lingkungan sekitar. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi potensi lokal ke dalam kurikulum sebagai upaya membentuk profil pelajar Pancasila dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan transformatif.
Copyrights © 2025