Kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi baru dan belajar dari pengalaman masa lalu dikenal sebagai kecerdasan. Selain itu, kecerdasan tidak bergantung pada nilai IQ (Intelligence Quotient), gelar perguruan tinggi, atau reputasi. Sebaliknya, itu bergantung pada situasi, tugas, dan tuntutan hidup kita. Meskipun tes kecerdasan biasanya digunakan untuk meramalkan keberhasilan siswa di sekolah, sebuah studi yang dilakukan terhadap profesional yang sangat berhasil menunjukkan bahwa sepertiga dari mereka memiliki IQ yang rendah. Sementara kecerdasan sejati mencakup berbagai keterampilan yang jauh lebih luas, IQ hanya dapat mengukur bakat sekolah. Dalam diskusi ini, kami akan membahas kecerdasan majemuk (multiple intellegence) dan kecerdasan sosial (social intelligence) yang sering kita lihat dalam semua aspek kehidupan kita. Kami juga akan membahas ESQ, atau kecerdasan spiritual emosional, yang sangat penting untuk meningkatkan sikap individu. Karena setiap orang unik. Oleh karena itu, kecerdasan individu pasti berbeda dari individu lainnya. Kecerdasan majemuk (multiple intelligence), kecerdasan sosial (social intelligence), dan kecerdasan mengendalikan emosi secara spiritual akan dibahas dalam perilaku organisasi karena setiap individu harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk maju dan meningkatkan kinerja mereka. Agar kemampuan intelektual dapat berkembang dalam perilaku organisasi kita, kecenderungan ini harus selaras dan seimbang.
Copyrights © 2024