Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang mampu menyebabkan penyakit infeksi pada manusia. Adanya peningkatan resistensi antibiotik pada bakteri tersebut, sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencari alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Tujuan: untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap bakteri S. aureus. Metode: penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Prima Indonesia dari bulan April-Juni 2025. Desain penelitian menggunakan rancangan eksperimental laboratorium dengan metode paper-disk (disk diffusion) pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Ekstrak bawang merah diperoleh melalui metode maserasi dengan menggunakan etanol 96%, selanjutnya diuji pada berbagai konsentrasi (10%, 15% dan 20%). Zona Hambat diukur setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37oC. Hasil: penelitian menunjukan bahwa ekstrak bawang merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dengan zona hambat terbesar pada 20% yaitu sebesar 11,6 mm dengan kriteria lemah, sedangkan konsentrasi terendah 10% menghasilkan zona hambat rerata 8,6 mm dengan kriteria lemah. Kesimpulan: pada penelitian ini adalah ekstrak umbi bawang merah memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap S. aureus dengan efektivitasnya meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak.
Copyrights © 2025