Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Gel Pembersih Tangan Berbahan Aktif Water kefir Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Yanti, Sharfina Maulida; Octaviana, Musliha; Situmorang, Ing Mayfa Br
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.10706

Abstract

kefir air adalah minuman probiotik. Sifat antibakteri kefir disebabkan oleh senyawa seperti asam laktat, yang dihasilkan selama fermentasi sukrosa. Kefir air dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam pembersih tangan, antiseptik seperti gel yang sering digunakan sebagai pencuci tangan yang nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan gel pembersih tangan yang telah ditambahkan air kefir untuk menguji kekuatan penghalang pembersih tangan. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan fermentasi water kefir, water kefir yang menjadi bahan aktif hand sanitizer kemudian diuji menggunakan cara difusi cakram dengan konsentrasi 3%, 4%, dan 5%. Berdasarkan hasil penelitian uji daya hambat sediaan gel hand sanitizer berbahan aktif water kefir dengan konsentrasi 3% yaitu berdiameter rerata 12,3 mm (intermediet), 4% berdiameter 15 mm (intermediet) dan 5% berdiameter 18,3 mm (intermediet) pada bakteri E.coli. 3% berdiameter 12,6 mm (intermediet),4% berdiameter 14 mm (intermediet) dan 5% berdiameter 17,5 mm (intermediet) pada bakteri S.aureus. Kesimpulan pada penelitian ini adalah konsentrasi yang lebih efektif untuk menghambat pertumbuhan dari bakteri E.coli dan S.aureus yaitu pada konsentrasi 5%.
"Inhibitory Activity Test of White Turmeric (Curcuma zedoaria) Extract Against Escherichia coli Bacteria" maulidayanti, sharfina; Nafis, Nidhal Mijwan; Situmorang, Ing Mayfa Br; Armawan, Ladyka Viola Aulia
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Escherichia coli bacteria are microorganisms that are usually found in the digestive tract in both animals and humans. Belonging to the Enterobacteriaceae family, E. coli has a cell size of between 2.0 to 6.0 micrometers by a diameter of 1.1 to 1.5 micrometers. These bacteria are straight rods and They can be found in singular, paired, or in short chains. E. Objective: This study aims to evaluate the inhibition of white turmeric extract (Curcuma zedoaria) against the pathogenic bacteria Escherichia coli, which is one of the causes of gastrointestinal infections or diarrheal diseases. Method: White turmeric extraction was carried out using the maceration method with a 96% ethanol solvent, which was then tested on Escherichia coli bacteria by the Disc diffusion method, using paper discs that had been soaked in various concentrations of onion extract (15%, 25%, 50%). The inhibition zones formed around the disc are observed and measured to determine the effectiveness of inhibition. Result: Based on research on the inhibitory effect of white turmeric extract on the growth of Escherichia coli bacteria, a concentration of 15% resulted in an average diameter of 7.1 mm (resistant), 25% resulted in a diameter of 9.3 mm (resistant), and 50% resulted in a diameter of 11.3 mm (resistant) on Escherichia coli bacteria. Conclusion: The conclusion of this study is that the more effective concentration to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria is at 50% concentration.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Umbi Bawang Merah (Allium Cepa L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus: Antibacterial Activity of Shallot (Allium cepa L.) Tuber Extract against Staphylococcus aureus Nur, Jumriah; Situmorang, Ing Mayfa Br; Maulidayanti, Sharfina; Mahendra, Robert Ariyan
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang mampu menyebabkan penyakit infeksi pada manusia. Adanya peningkatan resistensi antibiotik pada bakteri tersebut, sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencari alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Tujuan: untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap bakteri S. aureus. Metode:  penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Prima Indonesia dari bulan April-Juni 2025. Desain penelitian menggunakan rancangan eksperimental laboratorium  dengan metode paper-disk (disk diffusion) pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Ekstrak bawang merah diperoleh melalui metode maserasi dengan menggunakan etanol 96%, selanjutnya diuji pada berbagai konsentrasi (10%, 15% dan 20%). Zona Hambat diukur setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37oC. Hasil: penelitian menunjukan bahwa ekstrak bawang merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dengan zona hambat terbesar pada 20% yaitu sebesar 11,6 mm dengan kriteria lemah, sedangkan konsentrasi terendah 10% menghasilkan zona hambat rerata 8,6 mm dengan kriteria lemah. Kesimpulan: pada penelitian ini adalah ekstrak umbi bawang merah memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap S. aureus dengan efektivitasnya meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak.  
Aktivitas Antijamur Ekstrak Biji Kopi Hijau Robusta (Coffea canephora) Terhadap Candida albicans. Situmorang, Ing Mayfa Br; Salsadila, Putri; Maulidayanti, Sharfina; Tanjung, Asbar
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v6i2.39149

Abstract

Acne is a disease that can be caused by bacteria, one of which is Staphylococcus epidermidis. Acne can be treated with active compounds derived from natural ingredients such as cucumbers and tomatoes. Gel masks peel off. This study aims to determine the average diameter of the inhibition zone, the difference in the average diameter of the inhibition zone, and the antibacterial activity of the peel-off from a mixture of cucumber (Cucumis sativus) and tomato  (Solanum lycopersicum) with a concentration of 5%, 10 %, 15%, 20% against  Staphylococcus epidermidis. This experimental study uses a Completely Randomized Design (CRD) consisting of one factor and 6 levels. The results showed that the average diameter of the inhibition zone of the anti-acne peel-off gel mask preparation of cucumber and tomato extracts against Staphylococcus epidermidis at a concentration of 5%, 10%, 15% and 20% were 16.38 mm, respectively. ; 24.88 mm; 29.88 mm and 34.88 mm. There was a significant difference in the average diameter of the inhibition zone of the peel off mixture of cucumber and tomato extracts with a concentration of 5%, 10%, 15%, and 20%; against Staphylococcus epidermidis. gel mask preparation peels off from a mixture of cucumber and tomato extracts against Staphylococcus epidermidis at a concentration of 5%, 10% concentration, 15% concentration and 20% concentration, namely strong, very strong, very strong and very strong.   Keywords: staphylococcus epidermidis, gel mask peel-off, cucumber, tomato
Potensi Ekstrak Cyperus rotundus Linn. sebagai Agen Antijamur Alami pada Kandidiasis Yanti, Sharfina Maulida; Ishafani, Ishafani; Situmorang, Ing Mayfa Br; Octary, Neike
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.17339

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi yang dapat bersifat primer maupun sekunder, disebabkan oleh Candida albicans, salah satu penyebab umum keputihan (fluor albus). Indonesia dengan iklim tropis memiliki keanekaragaman tanaman yang berpotensi sebagai obat alami, termasuk rumput teki (Cyperus rotundus Linn.) yang sering dianggap gulma. Umbi rumput teki mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai antifungi alami. Penelitian ini bertujuan menguji potensi ekstrak umbi rumput teki terhadap C. albicans dengan berbagai konsentrasi. Penelitian bersifat deskriptif eksperimental menggunakan umbi rumput teki sebagai populasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% pada empat konsentrasi: 25%, 50%, 75%, dan 100%. Flukonazol digunakan sebagai kontrol positif dan CMC 1% sebagai kontrol negatif. Uji daya antifungi dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan dilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), dengan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dan Sabouraud Dextrose Broth (SDB). Hasil penelitian menunjukkan diameter rata-rata zona hambat: konsentrasi 25% sebesar 6,75 mm; 50% sebesar 7 mm; 75% sebesar 12,75 mm; 100% sebesar 16 mm. Zona hambat kontrol positif (flukonazol) sebesar 22 mm, sedangkan kontrol negatif (CMC 1%) sebesar 0 mm. Standar deviasi rata-rata zona hambat adalah 7,79. KHM ekstrak umbi rumput teki terhadap C. albicans diperoleh pada konsentrasi 100%. Kesimpulannya, ekstrak umbi rumput teki memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans, dengan efektivitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi, meskipun masih di bawah efektivitas flukonazol. Kata kunci : Antifungi, Candida albicans, Konsentrasi, KHM Rumput Teki,
ISOLASI DAN KARAKTERISASI MOLEKULAR 16S rRNA PROBIOTIK DARI MINUMAN FERMENTASI KULIT BIJI KOPI SEBAGAI ANTI INFEKSI PENYAKIT TROPIS Maulidayanti, Sharfina; Andini, Futri; Situmorang, Ing Mayfa Br; Tanjung, Asbar; Ningrum , Isra Jannatin
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11939

Abstract

Penyakit infeksi tropis yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi probiotik dari minuman fermentasi kulit biji kopi (Coffea sp.) sebagai alternatif alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen tersebut. Isolasi dan karakterisasi fenotipik dilakukan terhadap bakteri asam laktat (BAL), meliputi pengamatan morfologi koloni, pewarnaan Gram, uji katalase, dan uji motilitas. Selain itu, dilakukan uji ketahanan terhadap pH rendah dan garam empedu, serta uji daya hambat terhadap E. coli dan S. typhi. Hasil menunjukkan bahwa isolat BAL yang diperoleh memiliki ciri khas, yaitu morfologi koloni bulat putih, bersifat Gram positif, non-motil, dan katalase negatif. Isolat juga mampu bertahan pada kondisi ekstrem, yakni pH 3 hingga 7 serta garam empedu 3%. Uji daya hambat menunjukkan kemampuan antibakteri yang baik, dengan zona hambat terhadap E. coli sebesar 27,25 mm dan terhadap S. typhi sebesar 22,5 mm, yang termasuk dalam kategori susceptible hingga intermediate. Analisis genotip melalui sekuensing gen 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat memiliki persentase homologi sebesar 98,7% dengan Lacticaseibacillus rhamnosus, mengidentifikasikannya sebagai spesies tersebut. Dengan demikian, Lacticaseibacillus rhamnosus dari fermentasi kulit biji kopi menunjukkan potensi sebagai kandidat probiotik alami, yang dapat digunakan dalam pengendalian infeksi bakteri tropis seperti E. coli enteropatogenik dan S. typhi.