Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada muatan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V SDN 40 Cakranegara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa, sedangkan objek penelitian adalah hasil tes uraian HOTS dan wawancara siswa. Instrumen penelitian berupa lima soal uraian HOTS berdasarkan indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6), serta pedoman wawancara semiterstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 28 siswa, 5 siswa berada pada kategori tinggi (75–100), 8 siswa pada kategori sedang (60–74), dan 15 siswa pada kategori rendah (25–59). Kesulitan utama terdapat pada indikator mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Siswa sering kesulitan memberikan alasan logis, menghubungkan konsep, serta membuat model atau gambar proses ilmiah sesuai perintah soal. Sebagian besar jawaban hanya berupa kalimat singkat tanpa uraian mendalam. Wawancara mendalam mengungkap bahwa kesulitan siswa disebabkan keterbatasan pemahaman konsep dasar, kurangnya pengalaman mengerjakan soal HOTS, serta faktor afektif seperti keraguan, rendahnya motivasi, dan kurang percaya diri. Kesimpulannya, mayoritas siswa masih belum siap menghadapi tuntutan Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, guru perlu memberikan latihan HOTS secara rutin dan menerapkan pembelajaran berbasis masalah serta kontekstual untuk meningkatkan keterampilan analisis, evaluasi, dan kreasi siswa.
Copyrights © 2025