SKB Kutai Barat telah memulai transformasi layanan digital yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan pembelajarannya. Namun, proses ini menghadapi berbagai tantangan yang menghambat pelaksanaan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses, hambatan, dan solusi yang dilakukan dalam program digitalisasi di SKB Kutai Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data menggunakan NVivo 12 Plus. Hasil temuan menunjukkan bahwa seluruh tahapan transformasi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi terkendala oleh beberapa faktor: ketiadaan jaringan internet yang stabil, kesulitan dalam instalasi WiFi, kurangnya kerja sama dengan instansi terkait, keterbatasan dana, rendahnya kesadaran akan pentingnya inovasi teknologi, dan kurangnya sumber daya manusia dengan kompetensi digital yang memadai. Solusi sementara yang diterapkan meliputi penggunaan data internet pribadi, pembelajaran luring, pemberian fleksibilitas pembelajaran daring, dan upaya pemasangan internet satelit, namun langkah-langkah ini belum sepenuhnya menyelesaikan permasalahan.Analisis SWOT menunjukkan bahwa SKB Kutai Barat berada pada kuadran 1, yang menandakan posisi ideal untuk menerapkan strategi agresif-progresif dengan memperkuat keunggulan internal guna meraih peluang eksternal. Solusi berkelanjutan dan strategis sangat diperlukan untuk keberhasilan transformasi digital ini.
Copyrights © 2025