Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin larut air yang berperan penting untuk fungsi imun, sintesis kolagen, dan perlindungan sel dari stres oksidatif. Penetapan kadarnya dalam sediaan farmasi penting untuk menjamin mutu dan stabilitas produk. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar vitamin C dalam tablet, sirup, dan emulsi menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan variasi fase gerak. Analisis dilakukan menggunakan kolom C18 (250 mm × 4,6 mm), detektor UV 244 nm, suhu kolom 35 °C, dan laju alir 1 mL/menit. Fase gerak yang digunakan meliputi: buffer asetat pH 3,5:asetonitril (98:2), buffer asetat pH 3,5:metanol (98:2), dan buffer fosfat pH 3,5:asetonitril (98:2). Hasil menunjukkan bahwa pemilihan fase gerak memengaruhi resolusi, waktu retensi, dan sensitivitas analisis. Pada perlakuan I, kadar vitamin C dalam sirup hanya 20,68% dan tidak valid untuk tablet. Perlakuan II menghasilkan 5,66% (tablet) dan 58,2% (sirup), sedangkan perlakuan III menghasilkan 57,97% (tablet) dan 4,39% (sirup), yang semuanya tidak memenuhi syarat Farmakope Indonesia. Sampel emulsi tidak mengandung vitamin C, sesuai label produk. Oleh karena itu, diperlukan optimasi dan validasi metode lebih lanjut untuk memperoleh hasil yang akurat dan andal. Kata Kunci : Vitamin C, Fase Gerak, KCKT
Copyrights © 2025