Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENETAPAN KADAR VITAMIN C DALAM SEDIAAN TABLET, SIRUP DAN EMULSI MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) DENGAN VARIASI FASE GERAK Kurniawan, Hadi; Zaskia, Nayla; Perkasa, Muhammad Rifki; Izzati, Alvi; Luthfiyyah, Nabila; Alilatulbariza, Nailah; Gunawan, Alvin
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 3, No 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin larut air yang berperan penting untuk fungsi imun, sintesis kolagen, dan perlindungan sel dari stres oksidatif. Penetapan kadarnya dalam sediaan farmasi penting untuk menjamin mutu dan stabilitas produk. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar vitamin C dalam tablet, sirup, dan emulsi menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan variasi fase gerak. Analisis dilakukan menggunakan kolom C18 (250 mm × 4,6 mm), detektor UV 244 nm, suhu kolom 35 °C, dan laju alir 1 mL/menit. Fase gerak yang digunakan meliputi: buffer asetat pH 3,5:asetonitril (98:2), buffer asetat pH 3,5:metanol (98:2), dan buffer fosfat pH 3,5:asetonitril (98:2). Hasil menunjukkan bahwa pemilihan fase gerak memengaruhi resolusi, waktu retensi, dan sensitivitas analisis. Pada perlakuan I, kadar vitamin C dalam sirup hanya 20,68% dan tidak valid untuk tablet. Perlakuan II menghasilkan 5,66% (tablet) dan 58,2% (sirup), sedangkan perlakuan III menghasilkan 57,97% (tablet) dan 4,39% (sirup), yang semuanya tidak memenuhi syarat Farmakope Indonesia. Sampel emulsi tidak mengandung vitamin C, sesuai label produk. Oleh karena itu, diperlukan optimasi dan validasi metode lebih lanjut untuk memperoleh hasil yang akurat dan andal. Kata Kunci : Vitamin C, Fase Gerak, KCKT
Pemberdayaan UMKM Melalui Rebranding, Legalitas, dan Digitalisasi: Studi Kasus Program Level Up UMKM di Desa Banyuresmi, Tasikmalaya: Pengabdian Arifah, Alfin nur; Nishfy Sya’bani , Ghina; Siti Nurmalia, Aida; Septiana, Fajar; Nugraha, Adi; Riski Triana, Muhammad; Haedar, Habib; Indri Oktavian, Sri; Luthfiyyah, Nabila; Angraeni, Nadia; Kustiani, Adinda; Kania Suryani, Sindy; Khoerunnisa, Sinta; Aziz Kelinsman, Abdul; Putri Maharani, Anisa; Khoerulrijjal Salsabila J, Muhammad; Aenun Naja, Syifa; Amirul Rizki, Muhamad; Maulana, Ikbal; Selyandra, Vanesa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5148

Abstract

The objective of this Community Service Program is to to empower MSMEs in Banyuresmi Village through strengthening rebranding, legality, and digitalization to enhance business competitiveness and sustainability in the Industry 4.0 era. The community service activity employed a participatory approach involving 28 selected MSMEs from 62 registered MSMEs based on business sustainability criteria and willingness to participate in the mentoring program. The implementation method was divided into three stages: (1) planning and problem identification through field observations, discussions with MSME owners and village officials, and needs analysis; (2) education and training on the importance of branding, business legality (NIB, PIRT, Halal certification), and digital media utilization; and (3) implementation and direct mentoring, including logo design, brand development, packaging, digital promotion, and facilitation of legality arrangements in collaboration with relevant agencies. The results indicated that prior to the program, approximately 90% of MSMEs lacked brand identity, only 15% possessed business legality, and 85% had not utilized digital marketing. Following the mentoring program, the majority of MSMEs acquired logos and simple packaging, approximately 85% successfully obtained NIB (Business Identification Number), and most began actively using social media as promotional platforms. These findings indicate that the integration of rebranding, legality, and digitalization through a participatory approach constitutes an effective empowerment strategy for strengthening the capacity and competitiveness of rural MSMEs.