Globalisasi mengancam kelestarian kearifan lokal, sementara implementasinya di PAUD Non-Formal seringkali terhambat oleh keterbatasan kapasitas pendidik dan kesenjangan antara kurikulum nasional dengan realitas lokal. Penelitian fenomelogi ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam makna dan esensi pengalaman para pelaku dalam mengimplementasikan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal di PAUD Non-Formal Kabupaten Serang. Studi ini melibatkan 8 partisipan terdiri dari 2 pengelola dan 6 tutor dari dua lembaga PAUD Non-Formal terakreditasi B yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap struktur esensial pengalaman partisipan yang termanifestasi dalam empat tema inti yaitu peran Guru sebagai Kultural Broker, Kontekstualisasi Mikro-Kurikuler, Embodied Learning, dan Sinergi Ekosistem Budaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapannya tentang sebuah model implementasi organik bottom-up yang menggeser paradigma dari pembelajaran tentang budaya menuju pembelajaran yang hidup dalam budaya. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan berbasis ekosistem budaya yang berkelanjutan bagi PAUD Non-Formal, di mana kearifan lokal menjadi jiwa dalam konstruksi pengetahuan, bukan sekadar konten tambahan.
Copyrights © 2025