Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik zikir pagi dan petang dalam keluarga sebagai bentuk living hadis dengan menganalisis dampak spiritual, psikologis, serta pendidikan karakter yang ditimbulkannya. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana orang tua dan anak berperan dalam menghidupkan amalan sunnah Nabi Muhammad SAW di ruang domestik keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi living hadis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori tazkiyatun nafs Al-Ghazali dan konsep pendidikan keluarga Abdurrahman An-Nahlawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik zikir pagi dan petang dalam keluarga berfungsi ganda: sebagai ritual spiritual yang memperkuat kesadaran ketuhanan sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter Islami melalui habituasi dan keteladanan. Temuan ilmiah mengindikasikan bahwa zikir rutin mampu menciptakan keharmonisan keluarga, meningkatkan resiliensi psikologis anak, menumbuhkan disiplin ibadah, serta membentuk identitas budaya religius lintas generasi. Dengan demikian, penelitian ini mempertegas bahwa rumah tangga merupakan locus utama pengamalan hadis Nabi Muhammad SAW dalam konteks kontemporer, serta memberikan kontribusi baru bagi pengembangan studi hadis dan pendidikan Islam.
Copyrights © 2025