Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem anggaran rumah sakit yang berorientasi kinerja dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Berdasarkan evaluasi terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan, ditemukan bahwa deviasi anggaran rumah sakit, yang sering melebihi 20% dari rencana anggaran, berdampak langsung pada keterlambatan layanan, ketidakefisienan biaya, dan penurunan mutu pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional periode 2015–2025. Temuan menunjukkan bahwa ketidaksesuaian perencanaan, lemahnya transparansi, dan rendahnya kesadaran anggaran menjadi penyebab utama deviasi anggaran. Strategi perbaikan meliputi perencanaan berbasis kebutuhan riil, keterlibatan seluruh unit kerja dan penguatan sistem informasi keuangan. Model global budget dan fleksibilitas BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) terbukti efektif dalam mendorong efisiensi, menjaga mutu, dan memperluas akses layanan. Dengan demikian, sistem anggaran berbasis kinerja menjadi instrumen krusial dalam reformasi manajemen keuangan rumah sakit di Indonesia.
Copyrights © 2025