Kerajaan Mughal di India merupakan salah satu peradaban Islam terbesar yang berhasil mencapai puncak kejayaannya di tengah dominasi mayoritas agama Hindu. Artikel ini membahas bagaimana kebijakan dan strategi pluralisme agama yang diterapkan oleh para pemimpin Mughal, terutama Akbar, mampu menciptakan harmoni antara komunitas Muslim dan Hindu, serta menjaga stabilitas politik dalam masyarakat yang beragam. Kebijakan seperti "Sulh-i Kull" (perdamaian universal), penghapusan pajak jizyah, pernikahan politik dengan bangsawan Hindu, dan pengangkatan pejabat Hindu ke dalam pemerintahan memainkan peran penting dalam membangun koeksistensi yang damai. Pengaruh kebijakan ini tidak hanya terlihat dalam struktur pemerintahan yang inklusif dan stabil, tetapi juga dalam perkembangan seni, budaya, dan arsitektur Mughal, yang memperlihatkan perpaduan elemen-elemen Islam dan Hindu. Artikel ini juga menyoroti pelajaran penting yang dapat diambil dari keberhasilan dinasti Mughal dalam mengelola keberagaman agama untuk diaplikasikan pada konteks kontemporer, khususnya di negara-negara dengan latar belakang pluralistik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi, inklusivitas, dan dialog antaragama adalah kunci untuk menciptakan stabilitas politik dan sosial, serta merangkul keberagaman sebagai sumber kekuatan dalam membangun peradaban yang maju.
Copyrights © 2024