Pengembangan karakter peserta didik seharusnya dimulai sekarang, baik di lingkungan sekolah, dalam keluarga, maupun di masyarakat sekitar mereka. Di SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, masih terdapat siswa yang sering terlambat, absen tanpa izin, dan tidak menepati janji kepada teman dan guru. Pembentukan karakter peserta didik dipengaruhi oleh kurangnya komunikasi yang baik antara guru, siswa, dan lingkungan sekolah. Keteladanan guru sangat penting agar siswa dapat mengembangkan disiplin dalam lingkungan mereka. Sekolah merupakan tempat krusial untuk menanamkan pendidikan karakter pada peserta didik. Lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, akan tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter disiplin pesrta didik yang mulai pudar di setiap pergantian fase peserta didik. Peserta didik tentu memiliki fase dalam perkembangannya, dan ini menjadi suatu hal yang harus diperhatkan pendidik dalam proses pelaksanaan pendidikan di sekolah. Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk melihat bagaimana pembentukan karakter disiplin peserta didik pada mata pelajaran al-islam di SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung menerapkan beberapa model untuk membentuk karakter disiplin siswa, termasuk uswatun hasanah, pembiasaan, pembinaan, serta penggunaan reward dan punishment.
Copyrights © 2024