Penelitian ini menganalisis perbedaan evaluasi dalam pendidikan Islam dan nasional dari lima aspek utama: tujuan, metode, prinsip, fokus penilaian, dan penerapan. Evaluasi pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia paripurna (al-insān al-kamīl) dengan penekanan pada aspek spiritual, afektif, dan psikomotorik. Sebaliknya, evaluasi pendidikan nasional fokus pada pencapaian tujuan prosesonal meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode studi pustaka (library study) untuk menganalisis data dari berbagai sumber utama dan tambahan. Prinsip evaluasi pendidikan Islam menitikberatkan kesinambungan, totalitas, dan nilai-nilai agama, sementara evaluasi pendidikan nasional mengutamakan keterpaduan, kontinuitas, dan akuntabilitas. Fokus penilaian pendidikan Islam adalah perubahan sikap dan hubungan spiritual, sedangkan pendidikan nasional menilai prestasi akademik. Implikasinya, pendidikan Islam menghasilkan individu bertakwa, sedangkan pendidikan nasional menghasilkan individu yang berkarakter.
Copyrights © 2024