Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ciri-ciri Madaniyyah dan Makkiyah. Metodologi penelitian kepustakaan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Kata-kata sebenarnya dari Al-Qur'an, termasuk semua ayat yang dikategorikan sebagai Makkiyah dan Madaniyah, akan menjadi sumber data utama untuk penyelidikan ini. Tafsir Al-Qur'an, literatur hadis, buku-buku ilmiah, makalah, dan jurnal yang berkaitan dengan subjek ini adalah contoh sumber data sekunder. Untuk mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan, data akan dikumpulkan melalui perpustakaan digital, basis data daring, dan dokumen. Metode analisis isi digunakan oleh peneliti. Menurut temuan penelitian, Nabi Muhammad SAW secara progresif menyerap Al-Qur'an selama sekitar 23 tahun. Sementara beberapa ayat Al-Qur'an diturunkan di Madinah, yang lain diturunkan di Mekkah. Para ahli tafsir berpendapat bahwa masalah dengan lokasi, waktu, pokok bahasan, dan konten hadir dalam Makkiyah dan Madaniyah. Beberapa manfaat mempelajari ilmu ini antara lain dapat membedakan ayat Nasikh dan Mansukh serta memahami perbedaan gaya bahasa Makki dan Madani dalam Al-Qur'an. Mufassir juga memperoleh manfaat besar dari pemahaman ini, terutama ketika menggunakannya sebagai alat untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an.
Copyrights © 2024