Peningkatan pemahaman suami tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sangat penting untuk mendukung pengendalian kelahiran dan kesehatan reproduksi. Dalam upaya mengatasi rendahnya pemahaman ini, berbagai metode edukasi, seperti Roleplay dan Storytelling, telah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kedua metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman suami tentang MKJP di wilayah kerja Puskesmas Ciomas, Serang, pada tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 40 peserta, yang merupakan suami dari pengguna layanan Puskesmas, dibagi menjadi dua kelompok: 20 orang mengikuti metode Roleplay dan 20 orang lainnya mengikuti metode Storytelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta, yang terlihat dari peningkatan skor yang signifikan setelah intervensi (p<0,05). Menariknya, metode Storytelling terbukti lebih unggul dibandingkan metode Roleplay, dengan rata-rata skor post-test mencapai 71,00, sementara kelompok Roleplay hanya memperoleh skor rata-rata 47,33. Selain itu, kelompok Storytelling menunjukkan variasi skor yang lebih rendah, menandakan konsistensi hasil yang lebih baik. Analisis menggunakan uji t-sampel independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua metode (p=0,000). Kesimpulannya, metode Storytelling tidak hanya lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai MKJP, tetapi juga memberikan hasil yang lebih konsisten dan dapat diandalkan dalam penelitian ini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan program edukasi kesehatan yang lebih inovatif dan efektif di masa depan.
Copyrights © 2025