Kecerdasan Emosional (KE) telah menjadi topik yang menarik dalam penelitian kepemimpinan karena kemampuannya yang dapat mempengaruhi kinerja dan efektivitas seorang pemimpin. Emotional Intelligence telah menjadi topik utama dalam bidang manajemen dan psikologi, dengan dampaknya yang signifikan dalam berbagai konteks interpersonal, termasuk startegi resolusi konflik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh KE terhadap efektivitas resolusi konflik dalam lingkungan organisasi dan juga bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kecerdasan interpersonal skill seorang manajer. Dalam kajian ini, kami menggunakan pendekatan teoritis dan praktis untuk menilai bagaimana komponen KE seperti kesadaran diri, regulasi diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial mempengaruhi dinamika konflik. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kecerdasan emosional dan kepemimpinan dengan menganalisis literatur yang relevan. Berdasarkan penelitian sebelumnya dan analisis literatur serta penelitian empiris yang ada, artikel ini menyimpulkan KE yang mencakup kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, membangun hubungan, mengelola emosi orang lain, serta memahami perspektif orang lain, berperan penting dalam mengelola konflik. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajer yang memiliki KE dan keterampilan interpersonal yang baik dapat menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif juga meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola konflik secara baik. Selain itu, penerapan KE dalam startegi resolusi konflik dapat memperkuat hubungan antar pihak dan menciptakan solusi win-win yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi organisasi untuk mengembangkan KE dan keterampilan interpersonal manajer dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan melejitkan produktivitas organisasi, lembaga dan bisnis.
Copyrights © 2025