Penelitian ini berfokus pada masalah gejala-gejala kecanduan smartphone yang dialami oleh siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Palupuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari konseling kelompok dengan teknik behavior contract terhadap gejala-gejala kecanduan smartphone siswa di SMP Negeri 1 Palupuh. Tipe penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Populasi yang diteliti mencakup seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Palupuh yang berjumlah 71 orang dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling yang berarti bahwa sampel diambil berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil rata-rata pre-test sebesar 115 dan rata-rata post-test sebesar 90, yang menunjukkan terdapat perbedaan antara nilai pre-test dan post-test. Data tersebut diperkuat oleh hipotesis pre-test dan post-test yang menunjukkan nilai Zhitung sebesar 0,011 yang berarti lebih kecil dari alpha 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga ada perbedaan antara hasil pre-test dan post-test, yang menunjukkan adanya pengaruh konseling kelompok dengan teknik behavior contract terhadap gejala-gejala kecanduan smartphone siswa di SMP Negeri 1 Palupuh.
Copyrights © 2025