Artikel ini mengkaji secara kritis fenomena komodifikasi dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam konteks modernitas yang mengubah esensi PAUD dari praktik yang sesuai perkembangan anak (developmentally appropriate practice) menjadi komoditas yang dapat dipasarkan. Melalui pendekatan kritik sosial dan analisis teoretis, penelitian ini mengungkapkan bagaimana logika kapitalisme telah merasuki sistem PAUD, mengubah lembaga prasekolah menjadi entitas yang berorientasi pasar dengan praktik branding dan marketing yang intensif. Transformasi ini menimbulkan ironi fundamental: pendidikan anak usia dini yang seharusnya mengutamakan perkembangan anak dan pembelajaran berbasis bermain justru terkungkung dalam logika transaksional yang menekankan akselerasi akademik dan persiapan sekolah formal. Komodifikasi PAUD menciptakan akses eksklusif berdasarkan kemampuan ekonomi, menghasilkan stratifikasi pendidikan yang tajam sejak tahap paling awal perkembangan anak. Artikel ini menganalisis fenomena branding PAUD dalam kerangka teori modernitas refleksif Giddens dan mengkaji dilema antara pragmatisme pasar dan praktik yang sesuai perkembangan anak dalam pendidikan usia dini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PAUD modern menghadapi ketegangan antara kecemasan orang tua akan “kesiapan sekolah,” tekanan komersial untuk pencapaian akademik, dan prinsip-prinsip fundamental pedagogi yang berpusat pada anak dan berbasis bermain. Artikel ini menyimpulkan perlunya reorientasi pendidikan anak usia dini yang mampu menyeimbangkan pengembangan keterampilan dengan perkembangan anak holistik yang mencakup dimensi kognitif, sosio-emosional, fisik, dan spiritual untuk mewujudkan PAUD yang berkeadilan dan membebaskan.
Copyrights © 2025